Penyemprotan Desinfektan dan Penyuluhan terkait flu burung di wilayah Belang, kemarin

Waspada Virus Flu Burung

Ratahan, MS

Meskipun masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, namun kematian mendadak hewan unggas diwilayah Belang Minahasa Tenggara (Mitra) patut diwaspadai. Indikasi virus flu burung atau dikenal dengan istilah H1N1 hingga H9N1, dapat dilihat dengan kematian hewan ternak mulai dari Ayam hingga Itik.

Tak tanggung-tanggung jumlah hewan yang mati tersebut bertotal hampir 700-an ekor di Desa Tababo dan Beringin Kecamatan Belang pekan lalu. Dugaan kuat virus flu burung yang dapat menular kepada manusia itu, pun diantisipasi pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra melalui Dinas Kesehatan dengan melakukan sosialisasi sekaligus peringatan terhadap warga yang ada.

“Kita memang belum menerima secara resmi informasi mengenai flu burung di Belang. Namun kami telah mengambil langkah antisipatif,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Rinny Helny Ratuliu, kemarin.

Meski begitu, pihaknya telah melakukan sosialisasi dilapangan sekaligus memperingatkan warga untuk mewaspadai hal ini. “Sebab ini bisa saja disebabkan oleh pengaruh cuaca bukan karena virus flu burung. Namun kita telah menganjurkan warga dilokasi dan sekitarnya untuk dapat memeriksakan kesehatannya di Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika kemudian ditemukan ada hewan unggas yang mati, tindakan langsung jangan serta merta diambil. “Sebaiknya menggunakan pelindung diri hingga menggunakan sarung tangan kesehatan, handscoon, untuk dibakar atau dikubur,” kata Ratuliu.

Lebih jauh dia mejelaskan, pihaknya telah bekerja sama dengan rumah sakit diwilayah Langowan, ketika didapati ada warga Mitra yang mengidap virus ini. “Sebaliknya, jika kemudian ada warga yang mengidap gejala influenza sebaiknya langsung diperiksakan ke puskesmas terdekat. Pihak Dinas Kesehatan Mitra telah melakukan koordinasi dan kerja sama bersama pihak RSUD Langowan untuk penanganan penyakit tersebut, jika ditemukan ada kasus,” jelas Ratuliu.

Disatu sisi, rencana sweeping terhadap pasokkan hewan unggas dari luar daerah Mitra, juga masih harus menunggu hasil laboratorium. “Kita belum mendapatkan pemberitahuan dari instansi terkait untuk melakukan sweeping kendaraan yang memuat unggas, terlebih yang masuk ataupun melintas di Mitra,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Bernard Mokosandib melalui Kepala Bidang Perhubungan Darat Crets Benda.

“Tapi kalau memang dibutuhkan, kita tentu akan segera menerjunkan personil untuk melaksanakan sesuai dengan petunjuk dan mekanisme yang diberlakukan,” sambung Benda.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Elly Sangian ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Makassar. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan sample yang diambil di lapangan waktu lalu. Jadi belum ada pemberitahuan resmi ke pihak Dinas Perhubungan masalah sweeping kendaraan,” ungkap Sangian didampingi Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Donald Lumingkewas.

Meski begitu, langkah defensive telah diambil pihaknya dengan melanjutkan penyemprotan desinfektan di Desa Beringin Belang, setelah sebelumnya dilakukan sehari sebelumnya. “Tadi (kemarin, red) kita sudah melakukan hal sama di wilayah Tababo. Dan warga tentu dimintakan untuk tetap mewaspadai hal ini dan mengikuti arahan dan sosialisasi dari pihak Dinas Kesehatan,” tutup keduanya. (recky korompis)

 

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.