Usaha Kue Kering Raih Pundi Pendapatan selang Ramadhan

Kotamobagu, MS
Usaha rumahan berupa pembuatan kue kering memamfaatkan berkah bulan Ramadhan 1439 Hijriah untuk mengumpulkan pundi-pundi pendapatan. Tak tanggung tanggung, sejumlah produsen kue kering dibanjiri pesanan dari warga.

Seperti Amsi Mokoginta, Warga Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara yang mengaku tengah menamgani sejumlah pesanan warga.

“Usaha ini hanya saya jalani ketika memasuki bulan Ramadhan. Ada beberapa orang yang datang untuk membuat kue. Tarifnya sendiri per kilo dari 100 ribu rupiah hingga 150 ribu rupiah,” ungkap Amsi, Senin (21/5) kemarin.

Terpisah, Zarima, produsen kue kering mengaku dirinya dibanjiri orderan. Ia mengaku, permintaan atau pun pesanan kue kering sudah mulai dibuat sejak awal Bulan Ramadhan.

“Hampir semua jenis kue yang dipesan oleh langganan kami. Kami memulai membuat kue kering di awal Bulan Ramadhan karena menyesuaikan waktu dan banyaknya pesanan. Biasanya di pertengahan Ramadan, pesanan makin naik,” ungkap Zarima.

Untuk memenuhi permintaan, Zarima memakai dua orang tenaga untuk membantunya. Sebab dalam sehari dia harus membuat empat hingga lima jenis kue.

Saat ini, kue kering yang sudah siap diantar ada tujuh macam yang telah selesai dibuat. Diantaranya adalah kue Rambutan, Kue kering wafer, kacang cokelat, Ovaltien, Naster, Tulip, Chocochip, Kanari Curah, dan Bagea.

Sekedar informasi, Zarima sudah menekuni bisnis ini sejak tahun tahun 2000. Sampai sekarang, dia dibantu 2 orang pekerja. Produksinya pun masih dilakukan di rumahnya yang berada di Kelurahan Mogolaing, Jalan Perwira Kompleks Perikanan Kecamatan Kotamobagu Barat.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, Herman Arai mengaku sejumlah bisnis rumahan pada Bulan Ramadhan ini mengalami lonjakan omzet, terlebih jelang lebaran Idul Fitri.

“Sudah bisa diprediksi sejak jauh hari. Moment penuh berkah bagi masyarakat juga memberi keuntungan,” kata Herman.

Herman mengatakan, bukan hanya omzet kue kering saja akan mengalami kebanjiran, akan tetapi disektor usaha rumahan lainnya.

“Banyak bisnis rumahan yang kebanjiran omzet. Termasuk penjualan baju muslimah serta penjual takjil dan kue saat berbuka puasa,” ujar Herman.(yadi mokoagow)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.