Penyemprotan Desinfektan dan Penyuluhan terkait flu burung di wilayah Belang, Selasa kemarin.

Pemerintah Klaim Kasus Flu Burung di Mitra Tuntas

Manado, MS

Heboh soal serangan virus H5N1 dan H7N9 alias flu burung yang disinyalir jadi penyebab utama kematian mendadak ratusan ekor ternak di wilayah Belang, Minahasa Tenggara (Mitra), masih menghantui warga. Alasan utama kekhawatiran tersebut disebabkan jenis virus mematikan ini dikenal bisa menular ke manusia dan mengancam keselamatan jiwa.

Namun kepanikan masyarakat itu dijawab pemerintah. Kasus flu burung di wilayah Mitra dinyatakan tuntas. Klaim tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Novly Wowiling, Selasa (22/5) kemarin.

"Kasus positif flu burung di kabupaten Mitra sudah selesai. Upaya pencegahan sudah kami lakukan dengan menerjunkan petugas ke lokasi yang dilaporkan terserang wabah tersebut. Selain itu kami juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait di Kabupaten Mitra," ujarnya.

Wowiling menyebut bahwa sejak adanya laporan kasus flu burung pekan lalu, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi langsung menurunkan tim di lapangan. "Dari situ yang kita lakukan adalah pemeriksaan pengambilan sampel dan ternyata disitu positif flu burung. Kemudian dilakukan pemusnahan, bahkan sampai hari ini tim kita masih stand by di sana untuk memonitoring lalu lintas hewan," paparnya.

"Kita juga lakukan edukasi kepada masyarakat sekitar baru kemudian pengamatan perkembangan kasus, ternyata sampai hari ini flu burung tidak berkembang," beber Wowiling.

Dia pun memastikan jika pengawasan terus menerus dilakukan di lapangan. Hal itu karena petugas lapangan/penyuluh telah tersebar di seluruh masyarakat sampai ke kabupaten/kota secara berjenjang. Kabupaten kota juga punya petugas di daerahnya. "Sejauh ini belum sampai pada manusia, baru pada hewan (unggas), jadi sudah dapat diatasi. Tetapi pada intinya kita harus tetap waspada," tandasnya.

Instansi terkait di Kabupaten Mitra sendiri tampaknya belum mengetahui jika kematian ratusan ternak peliharaan di wilayahnya positif diakibatkan virus flu burung. Mereka belum menerima hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel hewan ternak yang mati mendadak.

“Kita memang belum menerima secara resmi informasi mengenai flu burung di Belang, namun kami telah mengambil langkah antisipatif,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Rinny Helny Ratuliu, dalam wawancara Selasa kemarin.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, pihaknya telah melakukan sosialisasi dilapangan sekaligus memperingatkan warga agar mengantisipasi penyebarannya. “Sebab ini bisa saja disebabkan oleh pengaruh cuaca bukan karena virus flu burung. Namun kita telah menganjurkan warga dilokasi dan sekitarnya untuk dapat memeriksakan kesehatannya di Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika kemudian ditemukan ada hewan unggas yang mati, tindakan langsung jangan serta merta diambil. “Sebaiknya menggunakan pelindung diri hingga menggunakan sarung tangan kesehatan, handscoon, untuk dibakar atau dikubur,” kata Ratuliu.

Lebih jauh dia mejelaskan, pihaknya telah bekerja sama dengan rumah sakit di wilayah Langowan, ketika didapati ada warga Mitra yang mengidap virus ini. “Sebaliknya, jika kemudian ada warga yang mengidap gejala influenza sebaiknya langsung diperiksakan ke puskesmas terdekat. Pihak Dinas Kesehatan Mitra telah melakukan koordinasi dan kerja sama bersama pihak RSUD Langowan untuk penanganan penyakit tersebut, jika ditemukan ada kasus,” jelas Ratuliu.

Disatu sisi, rencana sweeping terhadap pasokkan hewan unggas dari luar daerah Mitra, juga masih harus menunggu hasil laboratorium. “Kita belum mendapatkan pemberitahuan dari instansi terkait untuk melakukan sweeping kendaraan yang memuat unggas, terlebih yang masuk ataupun melintas di Mitra,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Bernard Mokosandib melalui Kepala Bidang Perhubungan Darat Crets Benda.

“Tapi kalau memang dibutuhkan, kita tentu akan segera menerjunkan personil untuk melaksanakan sesuai dengan petunjuk dan mekanisme yang diberlakukan,” sambung Benda.

Kepala Dinas Pertanian Mitra, Elly Sangian ketika dikonfirmasi juga menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Makassar. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan sample yang diambil di lapangan waktu lalu. Jadi belum ada pemberitahuan resmi ke pihak Dinas Perhubungan masalah sweeping kendaraan,” ungkap Sangian didampingi Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Donald Lumingkewas.

Meski begitu, langkah preventif telah diambil pihaknya dengan melanjutkan penyemprotan desinfektan di Desa Beringin Belang, setelah sebelumnya dilakukan sehari sebelumnya. “Tadi (kemarin, red) kita sudah melakukan hal sama di wilayah Tababo. Dan warga tentu dimintakan untuk tetap mewaspadai hal ini dan mengikuti arahan dan sosialisasi dari pihak Dinas Kesehatan,” tutup keduanya.

Sebelumnya, 700-an ternak di Desa Tababo dan Beringin Kecamatan Belang dilaporkan mati mendadak. Kabar soal adanya wabah flu burung pun menyebar luas. Masyarakat dilanda kecemasan, sebab jenis virus ini dikenal bisa menular ke manusia. Selain itu, kekhawatiran ikut dirasakan para peternak dan pedagang unggas di pasar tradisional yang takut usaha mereka bangkrut akibat adanya kasus flu burung tersebut.

"Padahal jelang Ramadhan kesempatan bagi kami untuk meraup untung. Tapi dengan adanya kasus ini (flu burung, red) bisa-bisa justru menyebabkan kerugian besar bagi usaha kami," tutur Farid, salah satu peternak dan pedagang unggas di Belang. (sonny dinar/recky korompis)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.