Apriano Saerang dan Syenly Tamo.

Legislator Sebut Boraks Masih Jadi Ancaman

Manado, MS

Temuan mie boraks di sejumlah pasar tradisional di Kota Manado oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB-POM), telah menimbulkan kekhawatiran. Berbagai upaya digedor untuk mengantisipasi peredaran bahan beracun tersebut.

Seperti disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, Apriano Saerang. Ia menyebut racun jenis boraks masih mengancam masyarakat Kota Manado. "Ya, pada kenyataannya ada ditemukan belum lama ini sehingga menjadi masalah kembali bagi warga Manado. Jelas ini ancaman besar," aku Saerang, Selasa (22/5) kemarin.

Untuk mengendalikan persoalan ini, menurut Saerang, pemerintah didesak mengambil langkah tegas termasuk penindakan sesuai aturan bagi pengedar mie boraks sehingga hilang dari peredaran.

“Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kota Manado juga harus peka akan kasus yang meresahkan masyarakat ini. Selanjutnya, warga diharapkan bijak memilih  bahan konsumsi yang sehat. Apalagi, menjelang bulan suci umat Islam, bisa dicurigai ada oknum-oknum yang mencoba mengambil kesempatan untuk mengedarkannya,” jelas Saerang.

"Dalam waktu dekat kami akan mengundang rekan-rekan lintas komisi untuk turun lapangan mengawasinya," sambung dia.

Hal senada disampaikan, Wakil Ketua Komisi A DPRD Manado Stenly Tamo. Bagi dia, pihak berkompeten seharusnya melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran barang khususnya mie di Kota Manado.

“Boraks berdampak sangat buruk bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi dalam jangka lama. Boraks juga memiliki efek racun yang membahayakan sistem metabolisme manusia. Oleh sebab itu, saling koordinasi diperlukan dan mengetahui unsur-unsur bahan makanan ketika sudah dicampuri zat beracun ini," kunci dia.(devy kumaat)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.