Abdul Eba Nani

Bolmut Krisis Guru

Kaidipang, MS

Gerak membangun dunia pendidikan kini tengah dipacu Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Namun, persoalan pelik menghadang. Krisis guru mendera. Keran moratorium Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tak kunjung dibuka pemerintah pusat membuat situasi semakin pelik.

 

Dari data yang berhasil dihimpun awak Media Sulut, hingga saat ini jumlah guru Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bolmut hanya berjumlah 743 orang.

 

“Jumlah tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Bolmut. Itu pun pada tahun 2017 ada 14 orang yang akan memasuki masa pension,” tandas Maskun Antogia, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan (BKDPP) Bolmut melalui Kepala Bidang Perencanaan, Mutasi dan Pengembangan Pegawai Supriadi Goma.

 

Persoalan tersebut diakui sangat mempengaruhi proses pembelajaran di sekolah. Jika terus berlarut-larut, kondisi ini dikhawatirkan akan sangat berdampak bagi perkembangan dunia pendidikan Bolmut.

 

Supriadi mengungkapkan, saat ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) belum mencabut moratorium penerimaan ASN. Hal itu pun sangat berdampak pada persoalan pendidikan yang ada di Bolmut.

 

“Kita berharap moratorium tersebut segera dicabut, sebab akan berdampak pada proses pembelajaran,” tambah Goma.

 

Menanggapi hal tersebut, anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmut Abdul Eba Nani, menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut untuk dapat memikirkan masalah kekurangan guru ini secara serius.

 

“Memang kebijakan moratorium ini sangat merugikan daerah, namun demikian Pemkab Bolmut jangan tinggal diam. Saat ini banyak guru yang telah dijadikan pejabat struktural, sehingga itu kami berharap agar kiranya mereka dikembalikan kepada statusnya sebagai guru,” pinta politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Bolmut ini. (nanang kasim)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.