Cermati Ancaman Radikalisme dan Terorisme


RADIKALISME dan terorisme merupakan musuh bersama. Oleh sebab itu, petinggi eksekutif di daerah, diminta mencermati potensi ancaman paham-paham berbahaya itu.

Itu menjadi pesan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kepada Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) terkait sinergitas kebijakan pemerintah untuk mempercepat pencapaian target kinerja RPJMN Tahun 2015-2019 di Gedung Sasana Bakti Praja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Rabu (17/10) kemarin.

"Saya sering sampaikan, bahwa ancaman bangsa ini radikalisme dan terorisme," tandas Tjahjo.

Ancaman siber, lanjut Tjahjo, kini berpadu dengan konten radikalisme. Itu marak di dunia maya. Oleh sebab itu, Mendagri mengingatkan kondisi itu perlu diwaspadai sehingga daerah bisa jauh dari ancaman yang dapat merusak kesatuan bangsa. "Peran Sekda sebagai pejabat eselon I di daerah yg diangkat dengan Keputusan Presiden berfungsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat termasuk mendukung program-program ketiga lembaga (BNPT, BSSN, Wantannas). Sekda menggerakkan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dalam menyusun dan melaksanakan  program-program yang ada pada tingkat provinsi dan serta evaluasi kinerja program kegiatan kabupaten dan kota,” terang Tjahjo.

“Sebagai pejabat ASN (Aparatur Sipil Negara) paling senior di daerah pasti Sekdaprov yang paling memahami kondisi sosial kemasyarakatan dan dinamika ideologi politik masyarakat," sambung dia.

Di sisi lain, Mendagri mengajak para Sekdaprov meningkatkan koordinasi dengan para pejabat Eselon 1 dan Eselon II Kemendagri dimana posisi Kemendagri sebagai koordinator pembinaaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana diatur dalam Undang Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah.

Rapat ini diikuti pejabat pimpinan tinggi madya dan pejabat tinggi pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kemendagri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPT) serta Sekdaprov se-Indonesia.(sonny dinar)


Komentar