Sebar Siswa di Sekolah Terdekat Hingga Fasilitasi Program Paket C

Pemprov Segel 8 SMK di Sulut


Laporan: Sonny DINAR

DUNIA pendidikan Sulawesi Utara (Sulut) terpukul. Aksi kriminal salah satu siswa SMK Ichthus Manado yang menikam gurunya hingga akhirnya meregang nyawa, jadi pemicu. Hal itu berimbas pada pembekuan sementara aktifitas di sekolah tersebut.

Langkah tegas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut ini, bukan kali pertama. Sebelumnya, pemerintah juga menutup sekira 7 sekolah. SMK Ichthus Manado yang sempat viral, menjadi sekolah kedelapan yang ‘disegel’.

"Selama ini, pemprov sudah menutup sekolah bermasalah sudah tujuh. Yang sekolah ini (SMK Ichthus Manado) lolos. Tadi saya sudah apat evaluasi. Ternyata, itu memang sekolah itu bermasalah," tandas Gubernur Olly Dondokambey, Rabu (30/10) kemarin.

"Makanya, SMK kita tutup sudah 7. Ini yang ke 8.  Mereka hanya kejar dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Gurunya hanya suka-suka datang, Kepala sekolahnya saja nggak jelas. Tidak terdaftar resmi dan lain-lain," sambung Olly.

Belajar dari pengalaman yang ada, Gubernur mewarning para Kepala Sekolah (Kepsek) agar menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai petunjuk dan bisa mempertanggung jawabkan. "Dana BOS ini kita akan manfaatkan untuk meningkatkan SDM (sumber daya manusia) di Sulut. Tambah hari tambah ketat. Kita akan perketat," tandas Olly.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Provinsi Sulut dr Grace Punuh menjelaskan, telah membekukan sementara SMK Ichthus Manado. Penyegelan itu berdasarkan rekomendasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia (RI).

Insiden berdarah yang membuat dunia pendidikan berduka, terjadi belum lama ini di Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget Kota Manado. Hal itu membuat Disdikda ikut turun tangan dengan melakukan investigasi di lapangan dengan mengumpulkan berbagai data baik di sekolah itu sendiri maupun masyarakat sekitarnya.

“Sesuai rekomendasi Kemendikbud dan Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey serta Wakil Gubernur Steven Kandouw, maka izin operasional SMK itu dibekukan sementara. SMK itu dibekukan hingga waktu yang belum ditentukan,” tutur Punuh, Senin (28/10).

Menurutnya, dari hasil investigasi tim yang turun di lapangan, didapati sejumlah permasalahan yang dikoleksi SMK Ichthus Manado. Dari hasil investigasi tim di lapangan seperti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang kurang berjalan dengan baik, akibat guru tidak masuk mengajar dan siswa terlambat masuk kelas, kurangnya disiplin dan tata krama para siswa, karena seringkali membuat keributan baik dalam sekolah maupun di luar sekolah. Kalaupun warga sekitar menegur, malah rumah warga dilempari siswa.

Selain itu, kurangnya perhatian para guru terhadap aktivitas KBM diakibatkan karena honor pendidik kurang diperhatikan oleh pihak pengelola sekolah. Sementara, tenaga pendidik ada yang berasal dari sekolah lain dan mengambil jam mengajar di sekolah tersebut.

Tim juga menemukan bahwa jumlah siswa di sekolah tersebut tidak sesuai alias kurang jelas, bahkan didapati ada siswi yang hamil.

Selain itu, ada siswa yang gemar mengkonsumsi minuman keras. Dalam keadaan mabuk, leluasa masuk kelas dan merokok di lingkungan sekolah.  Sekolah ini pun, ternyata ikut menampung siswa yang dikeluarkan sekolah lain atau siswa bermasalah.

Dengan dibekukan izin operasional SMK Ichthus Manado, maka Disdikda Sulut mengambil langkah solusif bagi para siswa dengan cara memfasilitasi dan menyebarkan mereka ke sekolah terdekat atau mengikutsertakan para siswa asal SMK Ichthus mengikuti Program Paket C. “Kami akan fasilitasi dengan disebarkan para siswa ke sekolah-sekolah terdekat atau mengikuti program paket C,” tandas Punuh.

Akan tetapi, sebelum sekolah yang dituju menerima para siswa ini, pihak sekolah akan terlebih dahulu melakukan tes kompetensi siswa. “Sehingga terlihat, mana siswa yang pantas diterima,” ucapnya seraya menambahkan agar orang  tua atau wali siswa akan juga dilibatkan dalam langkah yang dilakukan pihak Dikda Sulut dan sekolah-sekolah yang dituju.(*)


Komentar