Andalkan Budaya Sekolah, SMAKER 1 Tomohon Kian Diperhitungkan


Tomohon, MS

Kualitas Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAKER) 1 Tomohon membuncah. Baru-baru ini, status satuan pendidikan besutan Ferly Rau, M.Pd kembali naik. Bila sebelumnya disebut sebagai Sekolah Rujukan, oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, kini lembaga edukasi yang bernaung di Yayasan GMIM Ds. AZR Wenas ini menjadi Sekolah Zonasi.

 

Kata Rau, kepercayaan yang diberikan Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Dikdasmen merupakan suatu hal realistis. Hal ini pula kian menguatkan pandangan bahwa SMAKER 1 Tomohon adalah salah satu sekolah terbaik di Sulawesi Utara. Apalagi, prestasi sekolah berkareditasi A ini, baik akademik maupun non akademik terus digoreskan. Pun SMAKER 1 Tomohon memiliki tanggung jawab besar untuk bersama-sama memajukan mutu pendidikan di sejumlah sekolah imbas.

 

Dibeberkannya, di balik ragam keberhasilan yang diraih, tentu ada tips-tips cemerlang. Salah satu kunci rahasianya, yakni komitmen dari warga sekolah untuk melakukan budaya sekolah. Ini menurut Rau penting. Sebab, komitmen memajukan pendidikan bukan hanya dipegang Kepala Sekolah (Kepsek), tapi semua warga sekolah. Termasuk guru-guru, pegawai, peserta didik, orangtua siswa, dan komite sekolah.

 

"Kalau misalnya SMA Kristen 1 dipandang masyarakat sebagai salah satu sekolah yang diperhitungkan, sebenarnya kuncinya simpel. Yang kami terapkan adalah budaya sekolah. Semisal, Kepsek, guru-guru pegawai hingga siswa datang tepat waktu," ujar Rau, Senin (28/10).

 

Lanjut dia, untuk memulai kegiatan sekolah di pagi hari dengan apa ? Itu harus dipastikan. Kalau misalkan dalam rangka PPK torang harus melaksanakan kegiatan religius, beribadah, ini harus diikuti oleh semua warga sekolah. Intinya sebut Rau, bagaimana Kepsek, guru-guru dan pegawai melakukan aktivitas yang baik untuk memengaruhi peserta didik bersikap teladan.

 

"Kalau budaya di sekolah kita, guru paling telat datang sekolah pukul 06.40 Wita. Itu sudah aturan sekolah. Kalau ada yang datang sebelum 06.40, pasti dapat reward. Kalau datang 06.41, pasti ada punishment," aku Rau.

 

Ia menilai, saat ini tidak relevan lagi bila semua pengajaran hanya berbentuk instruksi. Sebaliknya, yang paling pas sekarang adalah bagaimana kehadiran guru di sekolah atau di kelas bisa memberikan efek positif. Memengaruhi siswa untuk melakukan hal-hal yang diinginkan," sarannya.

 

Nasihat bagi peserta didik dianggap penting. Namun harus diikuti dengan teladan yang baik dari guru. Ia menegaskan, proses pendidikan kini tak lagi sekedar transfer ilmu. Tetapi, bagaimana orang dewasa memberi dampak agar peserta didik melakukan apa yang diharapkan. Jadi, apa yang guru sampaikan harus sesuai dengan apa yang guru buat. "Anak-anak pasti bisa memahami dan meneladaninya," kata Rau.

 

Selain keteladanan, mengerjakan tugas pelayanan serta kepercayaan yang diberikan pemerintah dan masyarakat dengan tulus merupakan faktor penting untuk meraih prestasi pendidikan.

 

"Cuma itu tipsnya. Tidak ada hal yang lebih baik dari itu. Saya sering menasihati guru-guru dan para siswa bahwa kalau kita melakukan segala sesuatu yang dipercayakan, haruslah dengan kesungguhan, ketulusan serta kejujuran. Tuhan pasti berkati," tandas Rau. (hendra mokorowu)


Komentar