Direktur PLN Bisnis Regional Sulawesi Minta Maaf


Fenomena pemadaman listrik di Manado akhirnya mendapat respon serius petinggi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pemandangan tak elok yang belakangan terjadi di kota multidimensi ini, membuat penanggung jawab wilayah Sulawesi angkat bicara.

 

Negeri Wenang yang didera ‘blackout’ 2 kali selama bulan September dan Oktober 2019 dengan rentan waktu cukup singkat, sempat memantik cibiran publik Sulawesi Utara (Sulut). Apalagi kejadian ‘mati lampu’ ini ditengarai tanpa pemberitahuan dan alasan jelas. Dalam menyikapi persoalan yang liar di kalangan masyarakat ini, Syamsul Huda selaku penanggung jawab PLN wilayah Sulawesi dan Kalimantan, meminta maaf. Pria yang dikenal dengan senyumnya dan akrab dengan insan pers di Sulut itu, saat dihubungi via Whatsapp mengakui kekurangan pihaknya atas kejadian pemadaman itu. "Memang kita banyak berbenah untuk mewujudkan ‘PLN Terbaik’. Apa yang sempat terjadi di Kota Manado hingga  padam 2 kali merupakan tantangan yang harus kami jadikan pelajaran ke depan," ujar Huda, Selasa (15/10), saat dihubungi.

 

Dirinya sangat berterima kasih kepada insan pers atas dukungan selama ini. Sekligus terus mengawal PLN dan intens memberikan informasi ke masyarakat. "Kami juga berterima kasih atas bantuan Pers Pintar Suluttenggo (Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo) yang selama ini proaktif membantu dalam memberikan informasi kepada warga terkait adanya gangguan yang terjadi di Kota Manado bahkan Suluttenggo pada umumnya," pungkasnya.

 

"Terima kasih dukungannya ke PLN. Saya juga merasakan, saya minta maaf atas keterlambatan juga kekurangan PLN dalam melayani. Saya sedang berusaha meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Sulut," kunci Huda.

 

Diketahui sebelumnya, pasca kejadian mati lampu di Manado langsung mendapat tanggapan publik. Di antaranya datang dari Anggota DPRD Sulut. Wakil rakyat daerah pemilihan Kota Manado, Richard Sualang menyampaikan, harusnya PLN lebih tanggap soal pelayanan apalagi kalau ada pemadaman tanpa pemberitahuan. Di kota seperti Manado, pemadaman listrik pasti sangat berpengaruh pada kegiatan ekonomi. "Kami harapkan ada perbaikan pelayanan yang lebih cepat dari PLN," sembur Sualang, belum lama.

 

Senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Sulut, Ayub Ali Albugis. Legislator Sulut daerah pemilihan Kota Manado ini mengungkapkan, memang ada pemadaman belakangan ini di Kota Manado. Hanya saja dirinya sendiri belum tahu apa yang menjadi penyebab kerusakan. "Memang kemarin ada pemadaman tapi saya belum mendengar ada kerusakan apa," ungkap politisi Partai Amanat Nasional tersebut,  baru-baru ini. 

 

Ia mengingatkan, PLN bila ingin melakukan pemadaman seharusnya diumumkan terlebih dahulu. Dengan demikian masyarakat bisa mengetahui. 

 

"Pemberitahuan melalui media, TVRI, agar masyarakat mengetahuinya. Sehingga masyarakat mempersiapkan, tapi sayang pihak PLN tidak memberikan penjelasan kepada masyarakat," ujarnya.

 

Ketika itu dirinya memastikan, akan memanggil PLN. Apalagi kondisi sekarang ini, Komisi III DPRD Sulut sedang melakukan pembahasan dengan mitra kerja. Agenda salah satu di antaranya, pertemuan bersama PLN.  "Rencana ada RDP dengan pihak PLN dan Pertamina dalam waktu dekat," kunci anggota dewan provinsi (Deprov) yang kembali terpilih ini.

 

Diketahui sebelumnya, General Manager PLN UIW Suluttenggo, Christyono, ketika dikonfirmasi menyampaikan, masih menunggu informasi dari PLN pembangkitan dan penyaluran Sulawesi yang berkantor di Makassar.

 

"Nanti keluar dari humas UIW (rilis pemberitahuan, red), setelah jelas mengenai penyebab kami terima info dari kutlir," jelasnya. (Yaziin Solichin)


Komentar