Talaud Krisis Listrik


Melonguane, MS

Warga Kepulauan Talaud mengeluh. Beberapa pekan terakhir disodorkan jaringan telekomunikasi buruk. Pening pun kian menggila, tatkala bumi Porodisa dipenjara kegelapan.

 

Beberapa pekan terakhir daerah di ujung utara NKRI ini alami krisis listrik. Jadwal pemadaman bergilir dinikmati secara rutin. Bahkan dikabarkan ada wilayah yang setiap harinya selalu mengalami pemadaman listrik.

 

"Kalau di daerah kami, hampir setiap hari listrik padam," ungkap Nanci, salah seorang warga Kecamatan Rainis, Selasa (15/10) kemarin.

 

Reaksi ‘miring’ diekspresikan warga. Tokoh muda Talaud, Renalto Tumarah, mengaku berang atas pelayanan PLN yang dinilai tidak maksimal. Menurutnya, sejumlah keluhan warga disepelehkan dan diabaikan oleh perusahaan milik negara ini.

 

"PLN Melonguane sepenuhnya harus bertanggung jawab. Banyak keluhan warga yang diabaikan. Bagaimana meningkatkan pelayanan publik sementara persoalan mati lampu terus terjadi di Talaud," ujar Tumarah dengan nada geram.

 

Manager PLN Melonguane dikritisi. "Kalau memang tidak mampu mengatasi krisis listrik, Manager PLN Melonguane lebih baik mundur dari jabatan," tegasnya.

 

Untuk mengatasi persoalan listrik di kepulauan, pihak PLN diminta lebih peduli mencari jalan penyelesaian.

 

Sementara, Manager ULP Melonguane, Ferry Kalisang beberapa waktu lalu mengatakan penyebab pemadaman listrik dikarenakan adanya gangguan mesin dan juga overhaul.

 

"Jadi spesifikasinya memang ada beberapa pat-nya yang kami perbaiki, tapi masalahnya di mesin," jelas Kalisang.

 

Ia juga mengungkapkan, mesin pembangkit di wilayah pulau Karakelang sudah tua dan mengalami penurunan kemampuan sehingga perlu dilakukan overhaul atau perawatan rutin untuk mengembalikan kemampuan mesin pembangkit.

 

"Jadi mesin itu setelah sekian ribu jam dia beroperasi, itu kan dia mengalami penurunan kemampuan sehingga dia butuh penggantian part untuk mengembalikan performa mesin itu ke posisi awal," tandasnya. (jos tumimbang)


Komentar