Bitung dan Selat Lembeh Semakin Mendunia

FPSL 2019 Pilar Pembangunan Pariwisata Nyiur Melambai


Laporan: Joy WATANIA

MATA dunia sementara tertuju di Kota Cakalang. Gelaran Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) dari tanggal 6 hingga 10 Oktober, jadi pemicu. Memiliki nilai strategis bagi pembangunan pariwisata Nyiur Melambai khususnya Kota Bitung, iven fenomenal ini terus dipoles.

FPSL telah diselenggarakan sejak tahun 2013. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan potensi yang dimiliki Kota Bitung secara umum dan Selat Lambeh secara khusus. Di usia pelaksanaan ke-6, festival yang diinisiasi masyarakat dengan mayoritas penduduk adalah nelayan it, terus bersinar. Buktinya, festival budaya maritim yang memperkuat jalinan hubungan antar warga di Kota Pelabuhan ini masuk dalam deretan ‘100 Calendar of Events Wonderful Indonesia’ setelah terseleksi dari 6000 kegiatan seni budaya di seluruh Indonesia sepanjang tahun ini.

Hal itu diakui Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Menpar RI) Dr Ir Arief Yahya MSc. Tampil di opening ceremony FPSL 2019, Arief mengapresiasi pelaksanaan agenda ini. Dia pun memberikan edukasi terkait peningkatan kapasitas pariwisata yang ada di beberapa lokasi di Bitung.  “Selamat atas terselenggaranya FPSL 2019. Iven ini telah masuk dalam calendar of event nasional ke empat kalinya secara berturut-turut. Harus diakui, itu jarang terjadi di Indonesia,” tandas Arief, Senin (7/10) kemarin.

Menurut Arief, FPSL untuk ke empat kalinya masuk dalam calendar of event nasional. Bagi dia, jarang ada iven yang empat kali berturut-turut masuk sebagai agenda pariwisata nasional. “Berdasarkan penilaian, untuk calendar of event tahun 2020, festival pesona selat lembeh telah resmi masuk ke dalam kalender of event nasional, sehingga hal tersebut harus lebih dipersiapkan kembali secara matang oleh panitia,” ujarnya.

Di sisi lain, Arief juga memuji pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut). Tahun ini, Sulut menjadi provinsi yang pertumbuhan pariwisatanya terbaik di Indonesia. Dalam waktu 5 tahun, jumlah wisatawan mancanegara tumbuh sebesar 518 persen. “Artinya, pertumbuhan tersebut melejit sebesar 5 kali lipat. Di Indonesia, hal ini hanya terjadi di Sulut,” lugasnya.

Sementara itu, Walikota Bitung Max J Lomban, mengapresiasi kehadiran Menpar Arief Yahya pada pembukaan FPSL 2019. Menurut dia, FPSL menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam mendukung pengembangan pariwisata di Sulut khususnya Kota Bitung. “Terima kasih atas dukungan Pak Menpar bagi kegiatan ini. Lewat FPSL, kami berharap semua potensi unggulan pada sektor pariwisata yang dimiliki Kota Bitung, akan semakin dikenal masyarakat nasional bahkan internasional,” ujar Lomban.

Untuk diketahui, serangkaian acara turut memeriahkan acara pembukaan FPSL. Seperti demonstrasi pembebasan sandera yang dibajak oleh kelompok bersenjata. Demonstrasi ini bertujuan agar para wisatawan mancanegara mempercayai Selat Lembeh sebagai tempat yang sangat aman bagi para wisatawan mancanegara yang hadir berkunjung karena dilindungi oleh segenap pasukan TNI khususnya Marinir.

Selain Menpar Arief Yahya, pembukaan FPSL dihadiri Gubernur Sulut yang diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Edison Humiang, Walikota Bitung Max J Lomban, Walikota Ternate Burhan Abdurahman, Walikota Manado GS Vicky Lumentut, Wakil Walikota (Wawali) Bitung Maurits Mantiri, Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler, Sekda Tidore Asrul Sani Soelaiman, Konsulat Jenderal USA Mark Mc Govern, jajaran Kementerian Pariwisata serta masyarakat Kota Bitung.(**)


Komentar