Hercules Angkut Ratusan Warga Sulut Terdampak Kerusuhan Wamena


Manado, MS

Berbagai upaya dipacu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) untuk merespon kondisi masyarakat Kawanua yang terdampak kerusuhan Wamena. Salah satunya, berkomunikasi dengan pihak TNI  untuk memulangkan mereka ke Sulawesi Utara (Sulut).

Pemprov dipastikan telah mendapatkan bantuan pesawat hercules dari TNI untuk memulangkan warga asal Sulut, baru-baru ini.

Bantuan ini berawal dari koordinasi yang dilakukan Gubernur Olly Dondokambey dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Rocky Wowor yang dinilai memiliki komunikasi baik dengan jajaran TNI.

“Saya menugaskan beliau (Rocky Wowor, red) karena beliau punya hubungan yang baik dengan TNI dan Polri,” kata Olly.

Sementara itu, Rocky Wowor menyebut hingga kini tercatat sebanyak 180 warga Sulut berhasil dipulangkan dari Wamena. Ia berharap setelah adanya penambahan pesawat pengangkut pengungsi, dapat mempercepat pemulangan seluruh warga Sulut yang terdampak kerusuhan di Wamena.

“Setelah ditugaskan, saya langsung berkoordinasi dengan Asop TNI dan hasilnya kurang lebih 180 warga kawanua telah dievakuasi kembali ke Manado,” ungkap Wowor.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw juga telah menugaskan jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Biro Pemerintahan untuk memberikan bantuan langsung kepada warga Sulut yang ada di Wamena. Sesuai rencana, mereka akan bertolak ke Wamena pada Jumat pekan ini.

“Ini adalah kepedulian Pemerintah ODSK kepada warga kawanua yang menjadi korban kerusuhan di Wamena Papua,” tegas Kandouw.

Sebelumnya, melalui koordinasi bersama Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Jayapura, dari data terakhir yang diterima ada sekitar 350 orang warga kawanua yang berada di rumah sakit AURI Wamena, 500 orang telah keluar dari Wamena dan 100 orang berada di penampungan Jayapura.

Pemprov terus berkoordinasi untuk mendapatkan informasi terkait kebutuhan mendesak para warga. Pemprov pun telah menyurat ke Panglima TNI untuk bantuan pesawat hercules yang rencananya akan mengangkut para warga. Dinas Sosial Provinsi juga melakukan koordinasi terkait bantuan makanan yang diperlukan warga.

Diketahui, kerusuhan di Wamena berawal dari unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9). Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto menyatakan bahwa korban tewas berjumlah 33 orang. (sonny dinar)


Komentar