Warga Bolsel Protes Balai Jalan

Ukuran Sejumlah Jembatan Ancam Pengguna Jalan


Bolaang Uki, MS

Nada kritis meletup kencang dari warga Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) disasar. Keberadaan sejumlah jembatan ‘maut’ jadi pemantik.

 

Warga protes. Jembatan-jembatan di ruas jalan trans nasional di wilayah kabupaten ini dinilai membahayakan para pengguna jalan, karena ukurannya tak selebar badan jalan.

 

“Sementara ukuran jembatan hampir semua kecil. Bahkan dilewati dua mobil dari arah berlawanan saja tidak bisa secara bersamaan. Selain itu, kondisi seperti ini juga bisa membahayakan pengguna jalan. Jika tidak hafal dengan kondisi jembatan di Bolsel,” keluh Fikri Lamusu, salah satu warga Kecamatan Posigadan.

 

Warga berharap, pemerintah daerah dalam hal ini instansi teknis, bisa menindaklanjuti kondisi jalan tersebut.

 

“Ukuran jembatan ini sudah sejak lama banyak menuai protes dari masyarakat. Namun sampai saat ini belum ditindaklanjuti. Kami berharap ke depan kondisi ini bisa segera teratasi,” tandasnya.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bolsel, Teddi Manika ketika dikonfirmasi soal pembangunan atau renovasi sejumlah jembatan yang ada di Bolsel, menegaskan itu bukan kewenangan pemerintah daerah.

 

“Itu kewenangannya ada di balai jalan provinsi, bukan di daerah. Sejauh ini, kami selaku instansi teknis sudah mengusulkan renovasi jembatan yang ada di beberapa titik. Insya Allah usulan yang sudah kami sampaikan ke Balai Jalan secepatnya bisa segera ditindaklanjuti oleh mereka,” ungkapnya. (hendra damopolii)


Komentar