HILLARY GUNCANG PANGGUNG POLITIK NASIONAL


Jakarta, MS

Jagad politik nasional gempita. Tampilnya Hillary Brigitta Lasut (HBL) dalam skuad pimpinan DPR/MPR sementara, curi perhatian. Pesona srikandi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dari Daerah Pemilihan Sulawesi Utara (Sulut) kian membubung, saat dia sukses mengemban amanah sebagai pimpinan sidang pelantikan dan pengambilan sumpah DPR/MPR dan DPD periode 2019-2024.

Posisi HBL ini terbilang ‘langkah’. Dia menjadi srikandi pertama representasi Sulut yang sukses duduk di deretan petinggi ‘rumah rakyat’ tanah air sehingga berhak atas palu sidang. Di usia yang masih belia, 23 tahun, putri Bupati Kepulauan Talaud terpilih dr Elly Lasut dan mantan Bupati Minahasa Tengara (Mitra) Telly Tjanggulung itu, mampu membuktikan kualitas dan kapasitasnya yang mumpuni.

Decak kagum mengalir deras bagi pimpinan sementara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu. Orang nomor satu di Sulut Olly Dondokambey juga memberikan apresiasi kepada Hillary yang terpilih sebagai pimpinan sementara DPR-RI. “Sebagai gubernur, saya merasa bangga ketika salah satu utusan Sulut yaitu Hillary Lasut menjadi pimpinan sementara DPR RI keterwakilan anggota DPR RI termuda. Mari jawab kepercayaan yang diberikan masyarakat,” tandas Olly, Selasa (1/10).

Ungkapan bangga juga disampaikan ayah Hillary, Elly Lasut. Dalam grup privat di media sosial facebook, Elly menulis “Proud father”...papa yang bangga... Tuhan besertamu sayang...Gbu always”

Istimewanya, pemilik 70.345 suara ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat Sulut. Itu dibuktikan lewat postingan warganet di medsos. Warga memuji Hillary yang sukses menjadi pimpinan DPR/MPR sementara dan menjalankan tugas sebagai pimpinan sidang sementara.

“Wah.. Sidang Paripurna DPR, DPD and MPR RI Sangat Berbeda Kali ini. Dan masyarakat Sulut bangga Dan Salut kepada Pimpinan Sidang termuda Hillary Brigitta Lasut anak sematawayang Dari senior Elly Engelbert Lasut..anak muda cerdas berprestasi...Indoensia terpukau akan kepiawaiannya Di Sidang Paripurna,” tulis Rini Marlina Malonda di akun facebooknya.

“Bangga, Anggota DPR RI Termuda Dapil Sulut Hillary Brigitta Lasut, SH, LLM (23 Tahun), sebagai Pimpinan Sementara DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Dan Selamat Atas Pelantikan dan Pengambilan Sumpah anggota MPR/DPR/DPD Republik Indonesia asal Sulawesi Utara. Tuhan Yesus Beserta Bapak/Ibu/Saudara di Jakarta untuk Kesejahteraan Rakyat Sulut. I Jajat U Santi !,” tulis Meiyer Tanod, Selasa (1/10) kemarin.

Sementara itu, Hillary bersyukur karena sudah dilantik menjadi anggota DPR/MPR RI. Menurut dia, capaian ini tidak lepas dari dukungan masyarakat Sulut. “Puji Tuhan .. Hari ini Saya akan Dilantik Menjadi Anggota DPR MPR REPUBLIK INDONESIA dan Juga Dipercayakan Menjadi Pimpinan DPR RI sementara .. saya sangat bangga dan Bersyukur Pada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Kepercayaan Masyarakat Sulawesi Utara untuk Menjadi Wakil Rakyat. Saya Pasti akan Memberikan yg Terbaik Untuk Sulawesi Utara,” tulis Hillary.

Seperti diketahui, pimpinan sementara DPR, dipilih Abdul Wahab Dalimunthe dari Fraksi Demokrat dan Hillary Brigitta Lasut dari Fraksi NasDem. Abdul Wahab berusia 80 tahun, sementara Hillary berusia 23 tahun. Pelantikan digelar di Ruang Paripurna I, Gedung Kura-kura, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/10). Sidang paripurna pelantikan anggota DPR 2019-2024 dipimpin oleh pimpinan sementara, Abdul Wahab Dalimunthe (anggota DPR tertua) dan Hillary Brigitta Lasut (anggota DPR termuda). Sementara pimpinan sementara MPR, dipilih Sabam Sirait dari unsur DPD dan Hillary Brigitta Lasut dari Fraksi NasDem. Sabam Sirait berusia 83 tahun.

Hillary menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI termuda. Dia lolos ke Senayan setelah mendapatkan 70 ribu lebih suara pada Pemilihan Legislatif 17 April 2019. Sebagai legislator termuda, dia didapuk menjadi pemimpin sidang DPR RI sementara.

INCAR KOMISI III

Hillary Brigitta Lasut punya ambisi. Anggota DPR RI Periode 2019-2024 termuda itu, sudah mematok kursi di Komisi III DPR RI. Komisi ini merupakan salah satu yang kinerjanya paling disorot karena membidangi hukum.

"Hampir pasti aku di Komisi III sih, sesuai latar belakang keilmuan. Tapi SK-nya belum keluar," ujar politikus Partai NasDem ini di Kompleks Parlemen.

Hillary menamatkan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH). Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan masternya ke Washington University jurusan hukum internasional. Di Komisi III nanti, perempuan 23 tahun itu memprioritaskan agar bisa menyelesaikan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang belum selesai dibahas oleh anggota DPR periode 2014-2019. "Prioritas RKUHP dan pembahasan UU yang belum selesai kemarin, seperti Perpu KPK," ujar dia.

Selain itu, Hillary mengatakan, dirinya juga akan mengusulkan UU yang spesifik mengatur cyber crime dan ilegal fintech atau pidana fintech. "Aku kepingin ajuin UU itu juga di komisi III," ujar Hillary.

Sebagai anggota DPR termuda periode ini, Hillary mengaku beban berat ada di pundaknya untuk membuktikan diri dan melakukan yang terbaik. "Rasanya apa ya, terbebani banget pasti," tandas dia.

DARI PERBATASAN UNTUK INDONESIA

Rekam jejak HBL dinilai menarik. Meski besar di wilayah perbatasan Indonesia, namun capaian akademiknya dianggap mumpuni.

Informasi yang dirangkum media ini, Hillary lahir pada 22 Mei 1996. Dia menghabiskan masa kecil di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kabupaten ini berada di kawasan paling utara di Indonesia timur dan berbatasan langsung dengan Pulau Mindanao, Filipina.

Dia menyelesaikan S1 di Universitas Pelita Harapan. Kemudian, mengambil gelar S2 di Washington University in St Louis ‘WashU’, Amerika Serikat. Hillary merupakan anak tunggal pasangan Elly Engelbert Lasut dan Elly Lasut ini bersuku Minahasa. Hillary Lasut juga memiliki darah Tionghoa. Waktu sekolah, Hillary dikenal berprestasi. Dia pernah menjabat Ketua OSIS di SMA Negeri 1 Manado. Selain itu, dia juga pernah menjadi salah satu bagian dari Paskibraka Indonesia. Kemarin, Hillary dilantik menjadi anggota DPR bersama 575 orang lainnya. Ia menjadi anggota paling muda di antara yang lain.

DATA LHKPN, MILIKI HARTA 20,3 MILIAR

Sejumlah fakta mengejutkan ‘membungkus’ Hillary Lasut. Menjadi anggota DPR-RI diusia 23 tahun, namun harta Hillary dinilai fantastis.

Merujuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan kepada KPK saat masih menjadi caleg, anggota Fraksi NasDem Dapil Sulut ini mencapai Rp20,3 Miliar. Data tersebut dilaporkan pada 28 Mei 2019.  

Jumlah tersebut terdiri dari tanah dan bangunan di Jakarta serta Minahasa Selatan senilai Rp 19,5 miliar. Dia juga tercatat memiliki mobil Datsun Go seharga Rp 80 juta. Meski demikian, Hillary tercatat punya utang Rp 11,1 miliar. Jadi total harta kekayaan Hillary berjumlah Rp 9,1 miliar.

HILLARY-ADRIAN MILENIAL SULUT DI DPR

Usia muda tidak menyurutkan langkah dua politisi muda Sulut untuk berkiprah di level nasional. Selain Hillary yang dipercayakan sebagai pimpinan DPR/MPR sementara, ada juga politisi muda Partai Golkar Adrian Jopie Paruntu.

Adrian diketahui masih berusia 25 tahun. Dia lahir di Jakarta, 10 Maret 1994. Adrian adalah putra dari Ketua DPD I Partai Golkar Sulut Tetty Paruntu juga sebagai Bupati di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

AJP sapaan akrabnya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan masyarakat Sulut. "Terimah kasih Tuhan, Terima kasih masyarakat Sulawesi Utara. Terima kasih buat seluruh tim sukses pendukung dan Sahabat AJP, simpatisan AJP, terima kasih Khusus untuk masyarakat Minahasa Selatan, ibunda tercinta Christiany Eugenia Tetty Paruntu dan seluruh keluarga,” ungkap dia.

Tugas tanggung jawab dan amanah masyarakat Sulut, menurut AJP adalah nomor satu dalam perjuangan ini. “Izinkan saya Adrian Jopie Paruntu membuktikan kepada masyarakat Sulut untuk menjadi pelayan yang benar-benar melayani bukan untuk dilayani. Semoga Tuhan selalu Menerangi jalan ini dan memberkati kita semua. Salam kasih selalu Adrian Jopie Paruntu."

Selain Hillary dan Adrian, anggota DPR/DPD dari Dapil Sulut yang dilantik yakni Adriana Dondokambey (PDIP), Vanda Sarundajang (PDIP), Herson Mayulu (PDIP) dan Felly Runtuwene (Nasdem). Untuk DPD yakni Stefanus BAN Liow, Cherish Harriette,Maya Rumantir dan Djafar Alkatiri.

OLLY AJAK LEGISLATOR DAPIL SULUT KOLABORASI

Wakil rakyat Sulut di Senayan resmi dilantik. Apresiasi terlontar dari Olly Dondokambey. Gubernur Sulut ini pun mengajak para legislator menyatu bangun daerah Nyiur Melambai.

Selasa (1/10) kemarin, Gubernur Olly mendampingi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri pelantikan anggota DPR RI, DPD RI dan MPR RI periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, Jakarta.

Tampak Olly mengenakan setelan jas lengkap warna abu-abu gelap, sementara Megawati mengenakan kebaya warna merah.

Pengucapan sumpah/janji anggota DPR RI, DPD RI, dan MPR RI ini dipandu Ketua Mahkamah Agung (MA) M. Hatta Ali. Pelantikan tersebut juga dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ketua KPU RI Arief Budiman dan anggota KPU RI lainnya.

Acara diawali dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPR RI yang dipimpin pimpinan sementara yang merupakan anggota DPR tertua, yaitu Abdul Wahab Dalimunthe dari Partai Demokrat dan termuda Hillary Brigitta Lasut dari Partai Nasdem.

Dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan anggota DPD RI yang dipimpin pimpinan sementara yang merupakan anggota DPD RI tertua Sabam Sirait, mewakili DKI Jakarta dan termuda yaitu Jialyka Maharani mewakili Sumatera Selatan. Setelah itu, dilakukan pengambilan sumpah/janji anggota MPR RI dipimpin pimpinan sementara.

Diketahui, 6 dari 575 legislator berasal dari daerah pemilihan Sulut. Adriana Dondokambey, Herson Mayulu dan Vanda Sarundajang dari PDI Perjuangan, Felly Runtuwene dan Hillary Brigitta Lasut dari Partai Nasdem, serta Adrian Paruntu Partai Golkar. Selain 6 anggota DPR RI, Sulut juga diwakili 4 anggota DPD di Senayan. Cherish Harriette, Maya Rumantir, Djafar Alkatiri dan Stefanus BAN Liow.

Merespon pelantikan tersebut, Gubernur Olly mengajak seluruh anggota DPR RI, DPD RI dan MPR RI Dapil Sulut untuk berkolaborasi membangun Sulut. “Selamat kepada semua utusan Sulut yang sudah dilantik. Mari sama-sama bergandengan tangan untuk menjadikan Sulut semakin hebat,” kata Olly.

APRESIASI PRESIDEN JOKOWI

Tanggung jawab memimpin sidang pelantikan DPD, DPR dan MPR, sukses dilaksanakan Pimpinan MPR sementara dari Fraksi Nasdem, Hillary Brigitta Lasut. Selain mengapresiasi pimpinan MPR Periode 2014-2019, Hillary juga memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi)

“Terima kasih dan rasa bangga karena mereka (pimpinan MPR) dinilai telah berhasil menjalankan tugas-tugas konstitusional dalam rangka membangun masyarakat, bangsa, dan negara. "Dan ke depan tugas-tugas tersebut akan menjadi tanggung jawab kita semua," ujarnya, Selasa (1/10).

Dia juga mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla yang telah berkenan hadir dan mengikuti Sidang Paripurna MPR Pengucapan sumpah/janji Anggota MPR.

Memandu jalannya sidang, dirinya pun mengajak untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan YME. "Insyaallah kita diberikan kesehatan dan bimbingan dalam melaksanakan tugas-tugas konstitusional yang menjadi tanggung jawab kita ke depan," tandasnya.

Sebelum pengucapan sumpah janji, dirinya mempersilakan Sekretaris Jenderal MPR, Ma’ruf Cahyono, untuk membacakan Petikan Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang Peresmian Keanggotaan MPR.

Selepas pria asal Banyumas, Jawa Tengah, membacakan Keputusan Presiden mengenai penetapan anggota MPR Periode 2019-2024 itu, Hillary bersama Sabam Sirait kembali ke kursi anggota untuk mengikuti bersama pelantikan anggota MPR.

Perwakilan anggota MPR dari masing-masing agama pun maju ke depan untuk mewakili sumpah jabatan dari anggota yang seagama. Ketua MA Prof Dr H Muhammad Hatta Ali, SH MH, masuk ke dalam ruang sidang untuk memandu sumpah jabatan yang diikuti oleh semua anggota MPR. Proses sumpah jabatan pun berlangsung dengan khidmat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung serta para rohaniawan atas terlaksananya pengucapan sumpah/janji Anggota MPR dengan khidmat," paparnya.

Selepas itu, Hillary memandu proses acara penyerahan memori jabatan dari Pimpinan MPR Periode 2014-2019 ke Pimpinan MPR Sementara. Hadir dalam prosesi itu Pimpinan MPR 2014-2019, yakni Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan para Wakil Ketua MPR Mahyudin, Ahmad Basarah, Muhaimin Iskandar, Ahmad Muzani, Hidayat Nur Wahid, dan Oesman Sapta. Memori jabatan itu adalah Laporan Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kinerja Pimpinan MPR Masa Jabatan 2014-2019.

Diketahui, anggota MPR yang dilantik kemarin terdiri atas 575 anggota DPR dan 136 anggota DPD terpilih.(dtc/tmp/tim ms)


Komentar