Hearing Karhutla Usai Pembentukan AKD


Polemik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda bumi Nyiur Melambai memantik gerak para elit legislatif. Target dipasang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Usai terbentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD), wakil rakyat Gedung Cengkih berjanji lakukan agenda dengar pendapat.

 

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Sulut, Rocky Wowor. Bila semua struktur AKD terbentuk, pihaknya berjanji akan melakukan hearing dinas terkait.

"Kalau sudah terbentuk kita akan panggil, kita akan dengar kiat-kiat apa saja yang bisa dibuat. Kalau sekarang kita belum ada hak untuk panggil dinas terkait, kalau sudah terbentuk AKD kita akan panggil supaya bisa sharing-sharing," ujar Wowor, baru-baru ini, di ruang kerjanya.

Baginya, masalah Karhutla dan kekeringan bukan cuma terjadi di Sulut saja melainkan juga di daerah lain Indonesi. "Memang saya lihat di Sulut tidak punya kebiasaan bakar hutan. Walaupun kalau kuta lihat orang buang puntung saja bisa terbakar," pungkas wakil rakyat dari daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya ini.

Ia mengungkapkan, sebenarnya kejadian di Bolmong belum kritis. Berbeda yang terjadi di daerah lain. "Ini kan sudah ada pencegahan dimana-mana. Pak gubernur juga sudah memerintahkan dinas terkait kalau perlu beli air. Sediakan air sebanyak mungkin," ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulut ini.

"Jadi kita juga jangan sembarang buang puntung. Dan pastinya dari gubernur juga sudah mengeluarkan instruksi, untuk melakukan tanggap dengan menyediakan air," tutupnya. (arfin tompodung)


Komentar