Pilhut Mitra, ASN Dapat Dispensasi


Ratahan, MS

Tahapan pesta demokrasi pemilihan hukum tua (pilhut) serentak di 97 desa se-Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mencapai puncaknya, hari ini. Untuk memuluskan proses pemungutan suara, ada kebijakan tertentu yang ditempuh pemerintah. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat langsung maupun mereka yang akan memberikan hak suara di masing-masing desa diberikan dispensasi.

“Para ASN yang mempunyai hak untuk memilih pada besok (hari ini, red), dipastikan mendapat dispensasi. Namun sebelumnya, ASN pada jam 7 pagi sudah harus mengambil absen baru bisa memilih,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Robby Ngongoloy, Senin (23/9) kemarin.

“Untuk ASN yang terlibat langsung dalam Pilhut kami antisipasi dengan surat tugas,” sambung sekda.

Menyoal keamanan di saat pilhut, Sekda memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dengan pihak kepolisian dan TNI yang juga dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mitra. “Pemkab Mitra sendiri juga, akan menurunkan Tim Pemantau di 97 Desa yang akan melaksanakan pilhut. Paling utama di pilhut serentak ini, bagaimana menjaga kebersamaan tentang keamanan, agar dapat berjalan dengan baik dan aman,” pungkas sekda

Sebelumnya, pihak Kepolisian Resort (Polres) Minsel melaksanakan kegiatan Program Sabtu Berkunjung Sanjung oleh sejumlah pejabat utama dan perwira, pada akhir pekan. Sasarannya dilakukan kepada pada calon kumtua dengan maksud melakukan imbauan agar dapat menciptakan suasana aman dan kondusif untuk para pendukungnya sekaligus menjadi contoh pelaksanaan pilhut yang aman dan damai.

“Melalui program ini kami mengunjungi para calon hukum tua dan mengajak mereka untuk bersama berkomitmen menjaga kamtibmas selama pelaksanaan pilhut ini. Sebagai calon pemimpin desa, kami mengharapkan mereka dapat menjadi teladan,” ujar Kapolres melalui Kabag Ops Polres Minsel Kompol Syaiful Wachid, saat melakukan sanjung di beberapa desa yang ada di Kecamatan Touluaan, Mitra.

Dijelaskannya, pilhut merupakan pesta demokrasi di desa dan para calon kumtua diharapkan dapat mengikuti aturan yang berlaku serta mengedepankan kepentingan umum, yakni menjaga stabilitas kamtibmas di daerah masing-masing. “Mari kita ciptakan situasi yang aman dan kondusif agar pesta demokrasi ini berlangsung lancar dan berintegritas. Para calon kumtua diharapkan dapat menjadi panutan dalam menghindari tindakan yang melawan hukum,” tukas Syaiful. (recky korompis)


Komentar