PVMBG Rilis Laporan Kebencanaan, Soputan-Karangetang ‘Rawan’


Celah bencana alam gunung berapi menganga di Indonesia. Ancaman tersebut diendus Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Deretan nama gunung api rawan itu dibeber. Dua di antaranya dari Sulawesi Utara (Sulut).  

 

Kamis (15/8), PVBMG merilis laporan kebencanaan geologi terbaru sejumlah gunung api aktif di Indonesia. Dari total 69 gunung api yang diamati secara terus menerus, terdapat 4 gunung api level III (Siaga) termasuk Gunung Agung dan Gunung Sinabung. Sementara level II (Waspada) pada 18 gunung api termasuk Gunung Rinjani dan Gunung Tangkuban Perahu.

 

Secara keseluruhan, status gunung api terbagi menjadi 4, normal (level 1), waspada (level 2), siaga (level 3), dan awas (level 4). Gunung yang Aktif Normal artinya tidak ada perubahan aktivitas secara visual, seismik dan kejadian vulkanik, tidak ada letusan hingga kurun waktu tertentu. Gunung yang berstatus Waspada artinya mulai meningkatnya aktivitas seismik dan mulai muncul kejadian vulkanik. Pada status ini juga mulai terlihat perubahan visual di sekitar kawah. Mulai terjadi gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal, namun diperkirakan tak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu. Pada status siaga berarti ada peningkatan seismik, terlihat perubahan visual dan aktivitas kawah. Kondisi itu akan diikuti dengan letusan utama. Jika peningkatan kegiatan gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar mungkin terjadi dalam kurun dua pekan. Selanjutnya status Awas adalah kondisi paling memungkinkan terjadinya erupsi. Status Awas merujuk letusan utama yang dilanjutkan dengan letusan awal, diikuti semburan abu dan uap. Setelah itu akan diikuti dengan erupsi besar. Dalam kondisi ini, kemungkinan erupsi besar akan berlangsung dalam kurun 24 jam.

 

Sejumlah gunungapi dengan status di level II dan III di Indonesia seperti dilansir dari situs PVMBG Kementerian ESDM. Level II (Waspada) yakni Gunung Anak Krakatau (Selat Sunda). Kondisi terkini sejak 25 Maret 2019 adalah Level II setelah sebelumnya mengalami intensitas erupsi cukup tinggi pada 27 Desember 2018. Gunung Merapi (Jawa Tengah), dari pantauan CCTV kemarin hingga pagi ini terlihat awan panas guguran dengan jarak luncur 300-35-m dan guguran lava ke hulu kali Gendol. Kegiatan pendakian saat ini sangat tidak direkomendasikan. Status Merapi naik ke level II sejak 21 Mei 2018 karena meningkatnya aktivitas vulkanik. Kemudian, Gunung Dukono (Maluku Utara) yang terletak di Halmahera Utara relatif terus menerus mengalami letusan hingga saat ini. Dari kemarin hingga pagi ini terlihat tertutup kabut 0-III.  Gunung Ibu (Maluku Utara) yang tercatat mengalami erupsi terus menerus sejak 2008. Saat ini berada di level II. Sempat terjadi beberapa kali gempa letusan, hembusan, hingga gempa tremor harmonik pada 14 Agustus 2019.

Selanjutnya Gunung Gamalama (Maluku Utara). Erupsi minor gunung ini terjadi pada 4 Oktober 2018 hingga saat ini ditetapkan pada level waspada. Gunung Kerinci (Jambi) pada 14 Agustus 2019 seismograf mencatat telah terjadi 90 kali gempa hembusan dan 1 kali gempa tektonik jauh.  Gunung Bromo (Jawa Timur), asap kawah utama terlihat dengan ketinggian 50 hingga 100 meter dari atas puncak. Gunung Tangkuban Perahu, ia mengalami erupsi pada 26 Juli 2019. Kemudian terjadi erupsi susulan pada 1 Agustus 2019. Sementara kawasan wisata di area Tangkuban Perahu direkomendasikan untuk ditutup sampai keadaan memungkinkan. Gunung Slamet (Jawa Tengah), tercatat mengalami kenaikan level waspada sejak 9 Agustus 2019. Rekaman kegempaan dan deformasi terdeteksi mengalami kenaikan pada Juni 2019.

 

Gunung api yang ada di Level III (Siaga) meliputi, Gunung Sibabung (Sumatera Utara). Salah satu gunungapi teraktif di Indonesia ini tercatat terakhir kali erupsi pada 9 Juni 2019. Sebelumnya, tingkat aktivitas diturunkan ke level III sejak 20 Mei 2019.  Kedua, Gunung Agung (Bali) yang tercatat kembali erupsi setelah beristirahat selama 53 tahun pada 21 November 2017. Erupsi terakhir terjadi pada 13 Juni 2019 dan cenderung terus mengalami penurunan frekuensi. Gunung Soputan (Sulawesi Utara), pada 16 Desember 2018 telah terjadi erupsi dan teramati sinar api dari puncak gunung dengan ketinggian kolom abu sekitar 3.000-5.000 m di atas puncak. Gunung Karangetang (Sulawesi Utara), level aktivitas gunung dari level waspada menjadi level siaga pada 20 Desember 2018. Warga diharapkan berhati-hati karena sering terjadi guguran lava pijar dengan jarak luncur 1000 m ke kali Sense, kali Nanitu, dan kali Pangih. (cnn)


Komentar