Warga Talaud Demo, Desak Gubernur Lantik E2L-Mantap

Pemprov dan Mendagri Dideadline 15 Agustus 2019


Melonguane, MS

Situasi di Kabupaten Kepulauan Talaud, kembali menegang. Ribuan warga lagi-lagi gelar aksi demo turun ke jalan. Kantor Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ‘diduduki’. Molornya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih,  Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Moktar Arunde Parapaga (Mantap), jadi pemicu.

Unjuk rasa damai yang menamakan diri ‘22.656 Selasa Merah Putih’, diawali dengan aksi jalan kaki dari pantai Melonguane menuju kantor Bupati Talaud. Massa membawa bendera Merah Putih serta spanduk bertuliskan tuntutan segera lantik E2L-Mantap.

Dikawal tentara dan aparat kepolisian, ribuan massa masuk dan ‘menduduki’ kantor bupati. Pendemo disambut Plh Bupati Kepulauan Talaud, Adolf Binilang. Dalam orasinya, massa mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey untuk segera melantik pasangan E2L-Mantap. Pelantikan di-deadline paling lambat 15 Agustus 2019.

Jika aspirasi tidak ditindak-lanjuti, pengunjuk rasa mengancam akan kembali menggelar aksi  demo damai dengan jumlah massa yang lebih besar. “Kami minta Mendagri dan Gubernur Olly Dondokambey segera melantik  Pak Elly dan Pak Moktar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Talaud. Kalau bukan besok (Hari ini, red) paling lambat 15 Agustus ini (lusa, red),” lugas Yahya Malensang, salah satu koordinator lapangan (korlap) “Aksi 22.656 Selasa Merah Putih”, Selasa (12/8) kemarin.

"Jika tidak ditindaklanjuti, kami akan melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak," sambung Yahya Malensang kala melakukan orasi di halaman kantor Bupati Talaud, yang diamini oleh massa pendemo.

Tak hanya itu, pengunjuk rasa juga meminta Pemda Talaud khususnya pejabat Bupati untuk meneruskan aspirasi mereka ke Gubernur dan Mendagri. Binilang pun merespon aspirasi pendemo dan memastikan akan meneruskan tuntutan massa kepada Kemendagri dan pemerintah Provinsi Sulut.

"Permasalahan ini saya sudah komunikasikan dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Karena pelantikan merupakan kewenangan dari Mendagri, kemudian ke pemerintah provinsi.  Saya memang ditugaskan untuk memfasilitasi semuanya itu. Aspirasi yang bapak ibu sampaikan akan kembali saya teruskan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, karena itu memang tugas saya," jelas Binilang.

Namun massa merasa tidak puas dengan penjelasan Binilang. Akibatnya, massa yang tersulut emosi, sempat melakukan pembakaran ban mobil di halaman kantor Bupati. Massa menuntut Binilang untuk segera mengirimkan surat resmi kepada Mendagri yang berisi tentang permintaan pelantikan E2L-Mantap sebagai bupati dan wakil bupati terpilih.

“Jangan hanya bicara saja. Kirim surat resmi ke Mendagri. Sekali lagi minta supaya Pak Elly dan Pak Moktar segera dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Talaud paling lambat tanggal 15 Agustus ini. Kalau tidak kami akan melakukan aksi demo yang lebih besar lagi,” teriak pendemo.

Beruntung situasi bisa terkendali, karena aksi itu mendapat pengawalan aparat keamanan.  Merasa kurang puas, ribuan massa melanjutkan aksi demo di kantor DPRD Kepulauan Talaud. Pengunjuk rasa disambut Ketua DPRD Talaud, Max Lua bersama anggota DPRD lainnya. Di rumah wakil rakyat itu, massa juga menuntut hal serupa, yakni mendesak E2L-Mantap segera dilantik.

"Peran DPRD berkaitan dengan dokumen atas proses pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Dokumen-dokumen itu sudah dimasukan dan mempunyai hukum dari lembaga yang berwenang untuk ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD. Dan usulan pemberhentian dan pengangkatan bupati dan wakil bupati terpilih sudah dikirimkan ke kantor gubernur untuk diproses lebih lanjut,” terang Pua.

“Soal belum dilantiknya bupati dan wakil terpilih, itu akan segera koordinasikan dan konsultasikan secepatnya. Permintaan bapak-ibu agar DPRD menyurat ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat juga akan segera kami tindak-lanjuti,” tandasnya.

Usai mendengar pernyataan ketua DPRD, massa menyudahi aksi demo damai dan membubarkan diri dengan tertib. Aksi unjuk rasa berlangsung aman dan terkendali berkat peran aparat kepolisian dan TNI. “Aksi unjuk rasa hari ini (Kemarin, red), terkendali. Ini semua berkat kesiagaan aparat Polri dan TNI dalam mengawal aksi, serta peran dari pengunjuk rasa yang melakukan aksi dengan damai,”  pungkas Wakapolres Talaud, Kompol Maria Buida.(yos tumimbang)


Komentar