Pilkada 2020, PDIP ‘Khususkan’ Daerah Tak Dominan


Ambisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 Sulawesi Utara (Sulut) kembali dihembuskan. Target ‘sapu rata’ semua wilayah pelaksana pesta demokrasi menguat. Khusus daerah tak didominasi akan mendapat pendekatan berbeda.

 

Upaya pertimbangan geopolitik atau hubungannya dengan kekuatan PDIP di suatu wilayah akan dilakukan. Hasil pilkada sebelumnya dan legislatif menjadi dasar langkah itu. Figur yang bakal diusung PDIP nanti, dipastikan menyesuaikan dengan kondisi kekuatan suara di daerah tersebut.

“Kalau kita yang dominan pasti tidak koalisi. Internal yang dipakai. Dimana tempat yang kita tidak dominan seperti beberapa tempat yang kita tahu bersama tidak dominan, tentu pendekatannya berbeda. Seperti Tomohon pendekatannya akan beda,” tegas Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Steven Kandouw, usai menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Selasa (13/8) kemarin.

 

Ikhtiar merebut semua daerah yang akan menyelenggarakan pilkada, disebut telah menjadi catatan di internal partainya. “Sudah jadi catatan untuk kita rebut semua. Tahu sendiri kalau gua (saya, red) yang ketua Bappilu (Badan Pemenangan Pemilihan Umum) pasti gigi lima,” ujar Kandouw.

 

Dirinya menjelaskan, seleksi pihak PDIP pastinya akan dilakukan. Bila penetapan figurnya sesuai tahapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nanti pada Februari 2020 maka penjaringan dimulai sebelumnya. “Berarti dari September (2019, red) ini sudah mulai. Ada tes psikotes. Kage (Jangan-jangan, red) gila. Gila doi (uang, red) stou,” ujarnya. (arfin tompodung)


Komentar