Pilgub 2020, Jagoan Demokrat ‘Diikat’ Pakta Integritas


Asa Partai Demokrat di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 Sulawesi Utara (Sulut) menyembul. Proses ketat bakal dilewati petarung Bintang Mercy. Pakta integritas mutlak dilewati jagoan yang akan diusung.

 

Ketentuan serta petunjuk pelaksanaan penjaringan calon di Partai Demokrat baru selesai dibuat. Sederet syarat perekrutan diatur jelas. Aturan main ini wajib dilalui figur internal maupun dari luar partai.

 

"Kader sendiri juga perlu ada ketentuan. Semuanya akan ada aturannya seperti pakta integritas," ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulut, Evert E Mangindaan, baru-baru ini, saat berjumpa di Cafe Warong Kobong dalam sebuah kegiatan.

 

Pakta integritas baginya sangat perlu. Aturan ini harus diberikan ketika akan melakukan pengusungan calon. "Jangan sampai terjadi sama seperti yang di luar Sulut. Waktu menyalon memakai kendaraan Partai Demokrat tapi selesai Pilkada (pemilihan kepala daerah), keluar dari Partai Demokrat," ujar Mangindaan.

 

Bila ada pakta integritas maka akan ada sanksinya bagi yang melakukan pelanggaran. "Sanksinya ada. Kalau dia masuk partai lain, kita bisa protes. Makanya pakta integritasnya harus ada," tuturnya.

 

Mangindaan mengungkapkan, calon kepala daerah yang akan diusung nanti akan mengutamakan kader partai sendiri. Bila sudah tidak ada yang menguat maka akan diambil dari luar.

 

"Utamanya kader sendiri. Yang pasti kader dulu baru yang lain," beber Mangindaan. (arfin tompodung)


Komentar