Terinveksi HIV-AIDS, Tiga Warga Bolsel Meninggal


Ancaman serius Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), mulai membekap Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Para penderita tumbang satu per satu. Rata-rata masih usia muda.

Data yang dikantongi Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolsel, ada tiga kasus yang telah terdeteksi sejak 2015 hingga 2018.

Fakta itu dikuak Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Bolsel, Asni Mayulu melalui petugas program pengendalian penyakit Tubercolosis (TBC), Kusta dan HIV, Amir Sarapil. Dia mengungkap, warga yang terinfeksi HIV pertama kali teridentifikasi  tahun 2015 lalu. Pasien yang rata-rata masih usia produktif tersebut, sempat menjalani pengobatan. Namun, ketiganya tetap meninggal dunia.  “Terakhir, satu pasien usia sekira 22 tahun meninggal dunia,” ungkap Amir.

Diakui sebelumnya pengawasan dan pengendalian penyebaran virus terbilang lemah, karena keterbatasan alat. “Sehingga, upaya kami melakukan pencegahan, kebanyakan hanya bersifat sosialisasi. Tapi, tahun ini kita sudah mendapat bantuan dari pemerintah pusat berupa rapid test HIV. Rapid test ini merupakan alat screening medis sederhana, yang dipergunakan untuk mendeteksi virus dalam diri seseorang. Kelebihannya, hasilnya cepat keluar,” tambahnya.

Alat tersebut sudah dibagikan ke tujuh Puskesmas di Bolsel. “Alat ini memaksimalkan pengawasan dan pengendalian virus. Masyarakat juga lebih cepat mendapatkan penanganan medis dengan adanya rapid test,” kuncinya. (Hendra Damopolii)


Komentar