Bolsel Koleksi Banyak Depot Air Minum Tak Berizin

Minim Uji Kelayakan, Dinkes Mengaku Terkendala Anggaran


Laporan : HENDRA DAMOPOLII

Menjamurnya bisnis air minum isi ulang di Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel) picu kekhawatiran. Disinyalir, masih banyak depot yang hingga kini belum teruji kelayakannya. Indikator itu terlihat dari jumlah penerbitan izin dari pemerintah. Meski usaha depot air minum isi ulang di Bolsel terbilang banyak, namun hanya 14 titik yang mengantongi izin operasi dan usaha.

 

Fakta itu dibeber Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolsel, dr Sadli Mokodongan. Menurut Sadli, piihaknya memiliki data jumlah depot air minum yang tersebar di seluruh Bolsel, hanya saja banyak yang belum mengantongi izin dari instansi terkait.

“Kita sudah ada datanya tapi di kantor, kalau yang berizin baru 14 depot. Wewenang kita juga hanya sebatas pengawasan terhadap kualitas air isi ulang, kalau untuk izin ada di instansi lainnya,” ujar Sadli.

Sadli menambahkan, jika pihaknya melakukan penertiban terkait kualitas air isi ulang, maka Dinas Kesehatan (Dinkes) harus menggandeng tim laboratorium yang ada di Manado, bersama Dinas Perizinan. “Tetapi kita terkendala dengan anggaran, sehingga sejauh ini kita hanya bisa melakukan pengawasan,” tuturnya.

Petugas Dinkes diakuinya sudah pernah turun ke lapangan untuk memantau kualitas air apakah layak di konsumsi atau tidak. Namun, kebanyakan tim kesehatan yang tergabung dari Puskesmas setiap wilayah mendapat perlakuan tidak baik dari pemilik depot air. Di sisi lain, pihaknya tidak boleh mengambil langkah tegas, karena terkendala dengan kewenangan.

“Kita hanya bisa mengawasi, kecuali kalau ada KLB (Kejadian Luar Biasa) baru kita bisa mengambil tindakan,” akunya.

Sadli juga mengakui jika sejauh ini belum ada KLB di Bolsel, termasuk dugaan tercemarnya Ecoli di air isi ulang. “Sekarang sih belum ada. Namun sekitar 2013 lalu pernah ada di Desa Onggunoi dan langsung mendapat penanganan,” tandasnya.

Kepala Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPTS) Bolsel, Arsalan Makalalag SPd mengaku, jika pihaknya baru-baru ini telah menyurat ke Dinkes Bolsel, untuk turun bersama-sama melakukan pengecekan izin dan kelayakan air isi ulang di semua depot. “Kita sudah menyurat ke Dinkes untuk mengecek izin dan kelayakan air isi ulang. Ini penting, karena dikonsumsi oleh masyarakat,” kata Arsalan.

Dikatakannya, syarat untuk mengurus izin depot air, pemilik harus mengantongi rekomendasi dari tim Laboratorium. Kalau tidak mengantongi rekomendasi, maka izin usaha depot air mereka tidak bisa dikeluarkan. “Sehingga, kalau belum berizin, bisa saja air depot isi ulang belum layak konsumsi,” tukasnya. (***)


Komentar