PLN SULUTTENGGO KAWAL AMANAT JOKOWI

Pilar Pengembangan Pariwisata Nyiur Melambai


Manado, MS

Babak baru pengembangan pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) dimulai. Suntikan energi pemerintah pusat berupa pembenahan hingga pembangunan infrastruktur penunjang untuk salah satu leading sector ini, semai asa baru. Komponen strategis di daerah ikut digenjot.

Kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi), belum lama ini, jadi salah satu pemantik. Tabir masa depan pariwisata Nyiur Melambai, kian tersingkap. Amanat Jokowi terkait rehabilitasi sejumlah fasilitas pendukung pariwisata, ramai-ramai diseriusi. Durasi pengerjaan ikut dipatok presiden.

Mantan Walikota Solo itu berharap, fasilitas prima yang ditunjang dengan pelayanan maksimal, akan berimbas pada kemajuan sektor strategis ini. Terjadinya peningkatan kunjungan wisatawan jadi sasaran. Jokowi mengakui Sulut merupakan ‘The Rising Star’ Pariwisata di Indonesia.

Support orang nomor satu di Ibu Pertiwi ini tidak lepas dari akselerasi yang sudah dibuat sebelumnya Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw (OD-SK). Program pembangunan pariwisata OD-SK, dinilai berhasil. Sejak era kepemerintahan OD-SK, angka turis asing yang berkunjung ke Sulut telah menembus jutaan orang. Alhasil, Sulut kini menjadi provinsi kedua setelah Bali yang paling diminati wisman.

Melengkapi program pembangunan pariwisata di Sulut, dukungan dari berbagai elemen penting daerah, mengalir deras. Misalnya dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo). Komitmen mengawal ‘instruksi’ Presiden Jokowi serta inovasi OD-SK, nyaring dikumandangkan. Caranya, menyediakan infrastruktur kelistrikan yang mumpuni.

Langkah PT PLN Suluttenggo ini berpijak pada kebutuhan energi listrik. Itu karena, gerak masif pembangunan pariwisata secara otomatis membuka gerbang investasi yang akan masuk ke Sulut.

Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Syamsul Huda menyatakan, PLN siap untuk melancarkan rencana yang dicanangkan oleh Pemprov Sulut. Hal itu mencakup infrastruktur dan ketersediaan listrik. Huda tak menampik potensi pelanggan kurang lebih sebesar 250 MW. Makanya, langkah antisipasi getol disiapkan pihaknya.

“Dengan banyaknya berkembang potensi bisnis  kini di Sulut, ada potensi pelanggan kurang lebih sebesar 250 MW. Hal ini perlu diantisipasi. Di sini, PLN siap untuk melancarkan rencana yang dicanangkan oleh pemerintah baik dalam hal infrastruktur dan ketersediaan listrik,” tandas Huda, saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Olly Dondokambey, Rabu (3/7) lalu.

Dia pun membeber potensi energi listrik yang dimiliki PLN Suluttenggo berupa pembangkit listrik. “Dalam waktu dekat ini, akan ada beberapa pembangkit yang akan masuk. Seperti PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Sulut 3 dengan kapasitas 2x50 MW dan PLTU Sulbagut 1 dengan kapasitas 2x50 MW. Dengan demikian, cadangan daya diharapkan mencapai 58  persen,” beber Huda.

Kepada Gubernur Olly, Huda berharap, ‘join planning’ antara planner PLN dengan Pemprov Sulut bisa dilakukan. “Sehingga kami akan mengetahui dan dapat menyesuaikan demandnya dan dapat masuk dalam RUPTL (Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik) dari PLN,” kunci Huda.

Pertemuan pihak PLN dengan Gubernur Sulut ini turut dihadiri General Manager (GM) PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Suluttenggo, Christyono dan GM PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagut), Sigit Witjaksono. Dari PLN Pusat juga dihadiri EVP Divisi Perencanaan Sistem, Adi dan EVP Pengembangan Regional Sulawesi, Suwarno.

INVESTASI LISTRIK DI SULUT MENJANJIKAN

Prospek investasi listrik di Sulut, terang benderang. ‘Energi’ besar membangun sektor pariwisata di wilayah ujung utara Pulau Sulawesi, jadi salah satu pemicu. Kondisi sumber daya alam pariwisata yang melimpah, akan dikelola secara maksimal.

Buktinya, pemanfaatan energi listrik dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Itu dipicu menggeliatnya bisnis pariwisata dan industri yang ada di Manado dan sekitarnya. Belum lagi, dengan adanya rencana-rencana Pemprov Sulut yang akan membuat daerah ini menjadi pusat perdagangan di Indonesia.

“Makanya, tidak usah khawatir untuk melakukan investasi listrik di Sulut. Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan reklamasi di Manado. Selain itu, ada hotel-hotel yang saat ini sedang dalam pembangunan dan dua rumah sakit yang akan masuk tahap konstruksi. Terbaru, ada perusahaan Gudang Garam yang akan ivestasi senilai 3 triliun rupiah untuk membangun pariwisata di Tateli dan perumahan,” aku Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada pertemuan bersama Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Syamsul Huda bersama jajaran manajemen PLN, belum lama. Diketahui, pertemuan ini membahas mengenai kesiapan pasokan listrik di Sulut.

Diakui Olly, selain potensi alam dan sumber daya yang ada, ketersediaan listrik merupakan hal yang sangat penting saat investor akan masuk. “Kami harap sinergi antara PLN dengan Pemprov Sulut berupa join planning agar segera terwujud. Hal ini untuk mempermudah koordinasi pembangunan infrastruktur kelistrikan,” kunci Olly.

PLN SULUTTENGGO ANGKAT PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH

Komitmen membangun daerah lewat pertumbuhan ekonomi, telah ditunjukkan PT PLN. Akselerasi dan kerja hebat yang dijabal PLN UIW Suluttenggo, berimbas pada peningkatan penjualan tenaga listrik sebesar 2,81 persen di Triwulan 1 tahun 2019.

Korelasinya, tingginya penjualan tenaga listrik menjadi tolak ukur pertumbuhan perekonomian dan pembangunan di sebuah daerah. Hal ini dapat dilihat dari realisasi pertumbuhan penjualan tenaga listrik di wilayah kerja PT PLN (Persero) UIW Suluttenggo yang meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.

“Pertumbuhan penjualan tenaga listrik dalam kurun waktu 3 tahun ini terus mengalami peningkatan rata-rata sebesar 6,5 persen. Hal ini tidak lepas dari upaya PLN untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan listrik dan meningkatkan kinerja operasi,” terang GM PLN UIW Suluttenggo, Christyono.

Dia menjelaskan pada tahun 2016 penjualan tenaga listrik PLN UIW Suluttenggo mencapai 2.883,16 GWh (Giga Watt hour). Penjualan ini bertambah di tahun 2017 sebesar 3.073,79 GWh atau tumbuh sebesar .6,59  persen. Di tahun 2018 mencapai 3.277,58 GWh atau meningkat sebesar 6,63 persen.

Pada akhir bulan Mei tahun 2019 ini, penjualan tenaga listrik PLN UIW Suluttenggo telah mencapai 1.385,07 GWh atau tumbuh sebesar 2,81 persen dari tahun 2018. Ditargetkan, untuk peningkatan penjualan hingga bulan Desember tahun 2019 ini dapat mencapai  3.598,87 GWh.

“Bencana alam gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah, yang terjadi pada September tahun lalu memberikan dampak pada pertumbuhan penjualan tenaga listrik saat ini. Terbukti dengan pertumbuhan yang kurang begitu signifikan dibanding pada semester 1 di tahun- tahun sebelumnya,” pungkas Christyono.

“Diharapkan, dengan menggeliatnya pertumbuhan sektor Pariwisata dan Industri di sejumlah daerah Suluttenggo terutama dengan adanya program KEK (Kawasan Ekonomi Kreatif), dapat  meningkatkan konsumsi tenaga listrik,” kunci Christyono.(yaziin solichin)


Komentar