Sokong Gubernur Olly, PLN Konsisten Dukung Investasi di Sulut


GERAK investasi di Sulawesi Utara (Sulut) mengalir deras. Komitmen kuat pemerintah provinsi ditunjang kabupaten/kota memberikan kemudahan di bidang strategis ini, jadi pemicu.

Hal itu dibuktikan dengan konsumsi listrik per kapita di Sulut yang terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Menggeliatnya bisnis pariwisata dan industri yang ada di Manado dan sekitarnya, dinilai ikut berkontribusi. Belum lagi, rencana-rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang akan membuat Nyiur Melambai menjadi pusat perdagangan di Indonesia.

“Jadi, tidak usah khawatir untuk melakukan investasi listrik di Sulut. Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan reklamasi di Manado. Selain itu, ada hotel-hotel yang saat ini sedang dalam pembangunan serta dua rumah sakit yang akan masuk tahap konstruksi. Terbaru, ada perusahaan Gudang Garam yang akan investasi senilai 3 trilliun rupiah untuk membangun pariwisata di Tateli dan perumahan,” terang Gubernur Olly Dondokambey saat melakukan pertemuan dengan Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Syamsul Huda bersama jajaran manajemen PLN  untuk membahas mengenai kesiapan pasokan listrik di Sulut, pekan lalu.

“Selain potensi alam dan sumber daya yang ada, ketersediaan listrik merupakan hal yang sangat penting saat investor akan masuk ke Sulut. Kami harap sinergi antara PLN dengan Pemprov Sulut dalam bentu join planning, segera terwujud. Itu untuk mempermudah koordinasi pembangunan infrastruktur kelistrikan,” kunci Olly.

Menanggapi hal itu, Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi Syamsul Huda, memberikan respon positif. Komitmen menunjang program Pemprov Sulut, mencuat.

Dijelaskan Huda, dengan berkembangnya segala sektor di Sulut, ada potensi pelanggan kurang lebih sebesar 250 MW. Untuk itu, perlu diantisipasi.

Selanjutnya, PLN menurut dia, siap untuk melancarkan setiap rencana yang dicanangkan Pemprov Sulut,  baik dalam hal infrastruktur serta ketersediaan energi. “Dalam waktu dekat ini akan ada beberapa pembangkit yang akan masuk, seperti PLTU Sulut 3 dengan kapasitas 2 x 50 MW dan PLTU Sulbagut 1 dengan kapasitas 2 x 50 MW sehingga  cadangan daya diharapkan mencapai 58 persen,” jelas Huda.

Bagi Huda, ‘join planning’ antara planner PLN dengan Pemprov Sulut perlu dilakukan, sehingga PLN akan mengetahui sehingga dapat menyesuaikan demand-nya dan dimasukkan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.

Untuk diketahui, pertemuan tersebut juga dihadiri GM PLN UIW Suluttenggo, Christyono dan GM PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagut), Sigit Witjaksono. Dari PLN Pusat juga turut hadir EVP Divisi Perencanaan Sistem, Adi dan EVP Pengembangan Regional Sulawesi, Suwarno.(yaziin solichin)


Komentar