Langgar Jam Beroperasi, Double O Kans Disegel


Janji penindakan usaha hiburan malam di Kota Manado yang melanggar aturan dipertegas. Pemkot Manado unjuk gigi. Teranyar, sanksi tegas kans menyasar Double O, salah satu tempat hiburan malam ternama di Kota Tinutuan. Langkah itu ditempuh menyusul adanya dugaan pelanggaran jam operasional yang terendus.

Pemberlakuan sanksi tegas bagi manajemen Double O ditegaskan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Manado John Rotinsulu melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Kebijakan Manado Steven Runtuwene. "Kami akan memberlakukan segel terhadap hiburan malam Double O," ujarnya, Kamis (4/7) kemarin.

Namun pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata karena adanya keterkaitan tentang hal tersebut. "Kemungkinan besar, lokasi tersebut dikenakan segel minggu depan," kata Runtuwene memastikan.

Dijelaskan, yang menjadi persoalan langkah tersebut diambil yaitu terkait adanya pelanggaran jam operasional.

"Pihak Double O kedapatan beroperasional sampai pagi. Ini yang membuat kami merasa perlu diambil kebijakan tegas," sebut Runtuwene.

Sebagaimana diketahui, tempat hiburan malam ini merupakan salah satu diskotik yang ramai didatangi pengunjung. Bahkan diperoleh informasi, dalam semalam, manajemen dapat mendapat penghasilan minimal Rp 70 juta.

Terkini, sebuah kasus yang menggemparkan telah terjadi, yakni adanya pembunuhan seorang anggota TNI di subuh hari. Terlepas dari itu, melalui DPMPTSP mengambil keputusan akan menyegel tempat yang terletak di kompleks Kawasan Mega Mas tersebut.

"Kegiatan mereka masuk di bagian pengawasan Pemkot Manado, jadi adalah wajar ketika kami menindaklanjutinya," ungkapnya. (devy kumaat)


Komentar