Kolintang Warnai Malam Bakudapa Kawanua Diaspora di Semarang


Nyanyian daerah Opo Wananatase memecah pembukaan Malam Bakudapa Warga Kawanua Diaspora yang berlangsung di Kota Semarang. Alunan lagu khas Minahasa itu, diiringi irama musik kolintang. Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH ikut ambil bagian.

 

Temu warga Minahasa yang sudah menetap di Kota Semarang dan sekitarnya tersebut, berlangsung di Lantai 8 MG Setos Hotel, Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA hadir bersama Ketua TP PKK Kota Manado Prof DR Julyeta PA Lumentut-Runtuwene MS DEA bersama rombongan, Selasa (2/7).

 

Suasana malam bakudapa, bersama kawanua di Kota Semarang ini begitu meriah. Penuh keakraban dengan nuansa kekeluargaan sesama orang Manado.

Dalam Kesempatan tersebut, walikota berterimakasih dan bangga karena dapat bertatap muka dengan orang Manado di Kota Semarang. Termasuk walikota, menyosialisasikan pelaksanaan Iven Manado Fiesta 2019. Acara puncaknya akan digelar 27 Juli sampai dengan 4 Agustus mendatang.

 

“Marijo Pulang Kampung, Torang ramaikan Manado Fiesta 2019, Torang Pe Pesta. Marijo Ka Manado,” ajak walikota didampingi Istri tercinta Prof DR Julyeta PA Lumentut-Runtuwene MS DEA yang juga Rektor Unima.

 

Sementara, Ketua Mapalus Maesa Semarang Berty Sumampouw dalam sambutan, menyampaikan banyak terimakasih atas kesediaan walikota bersama ketua TP-PKK Kota Manado dan rombongan untuk dapat hadir bersama masyarakat Manado di Kota Semarang. "Tentu ini merupakan apresiasi dan perhatian yang besar dari pak walikota, dalam kerinduaan kami untuk bertatap muka bersama putra terbaik Tanah Minahasa yang saat ini diberikan mandat masyarakat  Manado sebagai walikota," pungkasnya.

 

“Puji Tuhan dalam suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan ini torang orang Manado di Kota Semarang boleh bakudapa dengan Pak Wali bersama Ibu, terimakasih so datang di Semarang dan sudah memberikan motivasi pa torang di sini. Sukses voor Pemkot Manado dan agenda Manado Fiesta 2019," ujarnya.  (Fiena Kaawoan)


Komentar