LSI ‘Elus’ Figur Pilpres 2024, Ahok Mr X


Agenda Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dikorek. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mulai memprediksi siapa sosok yang kans ada dalam bursa bakal calon (balon) nanti. Posisi Basuki Tjahaja Purnama (BTP)  alias Ahok ikut ditakar.  

 

LSI Denny JA menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta ini masih menjadi sosok misterius atau Mr X dalam prediksi nama balon presiden 2024 mendatang. Lembaga tersebut memprediksi ada 15 nama yang masuk bursa bakal capres 2024.

 

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, ada sosok Mr atau Ms X atau sosok yang belum diketahui latar belakangnya di antara 15 nama yang diprediksi. Menurutnya, sosok itu akan menjadi figur yang mengejutkan. "Bisa jadi BTP masuk ke sosok misterius, jadi sosok efek kejut di capres 2024," ujar Rully di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Selasa (7/2).

 

Rully menyebut, pergerakan Ahok masih kabur. Apalagi Ahok memang belum mengeluarkan gebrakan, mengingat posisinya yang belum diketahui secara pasti. Apakah ditarik masuk kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin atau justru ikut pilkada kembali.

 

"[Ahok] Sekarang tidak berparpol, kita tidak tahu gebrakan ke depan bagaimana. Apakah nanti dimajukan jadi menteri, atau kepala daerah. Kita belum tahu,” ujarnya.

 

Meski demikian, pihaknya tetap menggarisbawahi citra Ahok sebagai mantan narapidana. Tentu citra dimaksud akan menjadi sorotan atau bahkan amunisi bagi lawan politiknya. Sebab dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, syarat untuk menjadi capres atau cawapres tidak boleh pernah diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.

 

Ahok diketahui pernah terjerat kasus penodaan agama dan telah menjalani hukuman 2 tahun penjara. Walau demikian, dalam Pasal 156a KUHP yang menjerat Ahok adalah ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

 

"Status narapidana pasti akan menjadi sorotan kompetitornya. Mau tidak mau pasti akan digunakan kompetitornya untuk menyerang BTP," kata Rully.

 

Karena itu, Rully mengatakan hal ini masih tergantung pada bagaimana eks Gubernur DKI Jakarta itu bisa meyakinkan masyarakat saat kembali aktif berpolitik atau di jabatan publik. Misalnya dengan menorehkan prestasi.

"Tinggal bagaimana BTP melakukan klarifikasi atau defend dengan prestasi yang menguatkan namanya," tambah dia.

 

Rully menjelaskan, lebih lanjut terkait Mr atau Ms X yang memang bisa jadi merupakan sosok tak terduga. Hal ini terbukti dari Joko Widodo yang berkesempatan menjadi kontestan pada Pilpres 2014 dan memenangkannya bersama Jusuf Kalla.

 

Sebelumnya, Jokowi pernah menjadi Walikota Solo hampir dua peridoe. Tidak disangka kemudian ia menjadi sebagai Gubernur DKI Jakarta dan maju justru terpilih sebagai Presiden. "Bisa jadi nama-nama yang memang tidak masuk di radar inilah yang kira-kira nanti di lima tahun ke depan muncul kuat tiba-tiba," kunci Rully.(cnn)

 


Komentar