Beralih Fungsi, Bangunan Liar di Pesisir Minut Disorot


Airmadidi, MS

Keberadaan bangunan liar yang berdiri di bibir pantai Desa Likupang II, Minahasa Utara (Minut) berpolemik. Warga sekitar dibuat mengeluh. Bangunan yang dulunya diperuntukan sebagai tempat bongkar ikan hasil tangkapan nelayan kini beralih fungsi menjadi tempat tempat pemukiman. Apalagi sejumlah bangunan dibangun secara permanen dengan konstruksi beton bertulang.

Buntutnya, warga mendesak pemerintah segera lakukan penertiban. Aspirasi ini pun tuai dukungan. Salah satunya dari Anggota DPRD Minut Sarhan Antili SE. Sebagai wakil rakyat, dirinya sangat mendukung adanya penertiban bangunan liar ini.

“Saya tentunya mendukung penertiban bangunan ini, dan diharapkan dapat dilakukan oleh Pemerintah Desa Likupang II. Hal ini tentunya untuk kebaikan bersama. Kalau untuk bangunan tempat bongkar hasil tangkapan saya kira diperbolehkan untuk membantu nelayan. Tapi kalau untuk tempat tinggal saya kira itu sudah menyalahi aturan,” ungkap Antili.

Hukum Tua Desa Likupang II Sarjan Maramis mengatakan, hal ini sudah pernah ditertibkan, tadinya mereka hanya beraktifitas membongkar ikan yang baru saja ditangkap di laut tapi lama kelamaan berubah fungsi.

“Benar ada bangunan seperti ini di sempadan pantai dan ini sudah pernah coba kami tertibkan, tapi kembali berubah fungsi. Ini dilakukan oleh warga yang benar-benar berprofesi sebagai nelayan, karena memudahkan pekerjaan mereka. Kami tentunya akan menertibkan kembali bangunan-bangunan ini,” jelas Maramis yang adalah juga Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Likupang.

Sedangkan Abdul Al Bugis Imam setempat, salah satu pemilik bangunan mengaku dirinya siap membongkar bangunan miliknya jika ada penertiban. “Saya siap membongkar bangunan milik saya ini jika ada penertiban,” pungkas Al Bugis.(risky adrian)


Komentar