Prabowo Dicap Pelacur Bila ‘Legowo’ Demi Kursi


Riak cibiran menyasar Prabowo Subianto. Sorotan itu terkait seputar pengumuman putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Dirinya diharapkan tidak menerima rekonsiliasi hanya karena iming-iming mendapat kursi.    

Ungkapan itu didendangkan mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua. Ia mengatakan, rekonsiliasi antara kubu Prabowo dan Joko Widodo (Jokowi) pasca putusan MK untuk negara yang lebih baik itu hal yang baik.

"Kalau rekonsiliasi dalam artian untuk negara ini aman damai, sah-sah saja," ujar Koordinator Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR) itu.

Hanya saja menurut Abdullah, apabila rekonsiliasi pasangan Prabowo-Sandi  menerima kemenangan Jokowi dan bagi-bagi kursi kabinet, itu sama saja pelacur.

"Kalau rekonsiliasi Prabowo-Sandi mengakui kemenangan Jokowi sehingga kemudian mendapatkan beberapa kursi, itu namanya pelacur," kata Abdullah usai melakukan aksi halal bihalal Persaudaraan Alumni 212 di Jakarta, Kamis (27/6).

 

Beberapa waktu lalu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan, ada kelompok yang tak menginginkan Jokowi dan Prabowo Subianto melakukan rekonsiliasi.

"Kami mensinyalir ya, ada bahwa proses menuju rekonsiliasi berjalan dengan baik. Tapi ada kelompok-kelompok yang tidak bisa menerima itu," kunci Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (26/6). (tmp)

 

 


Komentar