Hadapi Laporan PAN, Bawaslu Mitra Bersiap


Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Minahasa Tenggara (Mitra) ‘pasang kuda-kuda’. Upaya ini guna menghadapi laporan dugaan pengelembungan oleh DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara (Sulut) pasca pemilihan umum (pemilu). Sejumlah kesiapan dilakukan.

 Persoalan ini terkait dugaan pengelembungan suara calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) ke Partai Nasonal Demokrat (Nasdem). Menurut Ketua Bawaslu Joby Longkutoy melalui Dolly van Gobel, pihaknya siap memberikan pernyataan sebagai saksi ketika adanya laporan terkait pemilu. "Ketika ada gugatan selisih suara, kita tentu akan bersiap ketika dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi, sebab kan yang terlapor disini pihak KPU (Komisi Pemilihan Umum, red)," ungkap Gobel, belum lama ini.

Dia menyatakan, jika memang nanti dalam pemeriksaan tidak ditemukan kecocokan pada formulir C1, tentu pihaknya akan merekomendasikan membuka kotak suara. "Laporan dugaannya terjadi di 7 kecamatan yang tersebar di Mitra. Jadi ketika memang tak ada kecocokan data, formulir C1, tentu kita akan merekomendasikan membuka kotak suara," tukasnya.

Intinya kata van Gobel, pihaknya akan siap menghadapi persoalan pemilu. Dimana pihaknya selaku pengawas terkait erat dengan pelaksanaan pesta demokrasi itu. "Tentu kita siap menghadapi ini. Dan kita lihat nanti perkembangannya seperti apa," kata Dolly.

Sebelumnya, laporan DPW PAN menyodorkan laporan dugaan pengelembungan suara di 15 kabupaten kota termasuk di Mitra. Diduga terjadi pengelembungan suara kurang lebih 59 suara PAN ke Partai Nasdem. "Kami meyakini tak ada hal pengelembungan yang terjadi dikarenakan proses pleno dari tingkatan terbawah terlaksana sesuai dengan mekanisme. Itu tak terbukti. Mereka (pengurus PAN, red) menduga kami (KPU, red) melakukan penggelembungan suara kurang lebih 59 suara ke Partai Nasdem, di 7 kecamatan," beber Otnie Tamod selaku Divisi Hukum KPU Mitra. (recky korompis)

 


Komentar