Dokter PTT di Bolmong Ancam Mogok Kerja


Lolak, MS

Miris memang apa yang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Daerah yang cakupannya begitu luas dibanding empat daerah tetangga lainnya, tampaknya saat ini harus pasrah kehilangan tenaga dari para Dokter PTT yang tersebar di sejumlah Puskesmas di Bolmong.

Hal itu dikarenakan, sejak Januari hingga saat ini upah dari para dokter tersebut belum juga terbayarkan. Usut para usut ternyata pembayaran gaji itu tidak bisa dicairkan karena belum adanya pembaruan SK Tugas Kerja.

Seperti yang dikatakan dr. Bonny Rompas, yang bertugas di Puskesmas Tadoy, bahwa para Dokter PTT ini sudah sepakat akan mogok kerja, sebelum upah mereka dibayar. "Kami sepakat belum akan melaksanakan tugas kami sampai gaji kami dari bulan januari sampai sekarang dibayar bersama SK Tugas Kerja," katanya.

Lanjut Bonny, dengan adanya permasalahn ini, mereka juga memohon kepada Bupati Bolmong agar bisa meninjau dan mengevaluasi kinerja Kadis Kesehatan. "Kami mohon kepada Bupati kiranya bisa mengevaluasi kinerja Kadis Kesehatan," tandasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling, saat dimintai tanggapan mengatakan permasalahan ini sudah pernah dibahas di hearing lalu. Pihaknya juga kata Welty, sudah mengkroscek langsung permasalahan ini ke Bupati. "Sepertinya dalam waktu dekat akan segera dibayar upah para Dokter itu," kata Welty.

Sekadar diketahui, jumlah keseluruhan Dokter PTT di Kabupaten Bolmong itu, awalnya hanya enam orang. Namun pada Tahun 2019 ini, mengalami ketambahan sebanyak 4 orang. Semuanya tersebar di Puskesmas yang ada di Kabupaten Bolmong. (endar yahya)


Komentar