Pelsus Banjiri HUT PI-PK ke-188 GMIM

Pendeta Arina Dorong Semangat Untuk Melayani


Laporan: Recky Korompis

Tombatu, MS

 

Semarak membungkus Lapangan Tombatu Minahasa Tenggara (Mitra).

Puluhan ribu pelayanan khusus (pelsus) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) tumpah ruah. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen (PI-PK) ke-188 jadi perekat. Spirit para tokoh agama untuk melayani turut ‘dibakar’.

 

Pagi jelang siang hari, sebelum ibadah syukur dimulai, ribuan kendaraan kian memadati jalur Ratahan hingga Tombatu, Rabu (12/6) kemarin. Lokasi yang  menjadi hajatan akbar tahunan itu. Kehadiran pelsus yang tersebar di 984 jemaat pada 125 wilayah, cukup membuat arus lalu lintas macet total. Tak sedikit yang harus bejibaku mencari tempat parkir kendaraan, meski jalan protokol memiliki luas cukup lebar.

 

Bahkan, areal trotoar memiliki tinggi hampir selutut, turut dijadikan lahan parkir dikarenakan tak ada lagi tempat parkir. Tak hanya itu, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harus rela menampung kendaraan para peserta se-Sulut itu.

 

Sementara, dalam ibadah syukur yang dipimpin langsung Ketua Sinode GMIM Pdt Dr Hein Arina MTh, berlangsung khusyuk. Dalam khotbahnya, pendeta menyatakan keharuannya atas kehadiran seluruh pelsus dan pendeta yang masih semangat melayani jemaat. Itu dapat terlihat dari tribun lapangan di bagian tenggara.

 

"Saya sungguh terharu melihat pelayan khusus penatua dan syamas hingga pendeta yang masih tetap semangat melayani jemaat yang ada saat ini, dengan melayani secara komprehensif," ucap Arina.

Di satu sisi, terkait syukurnya akan hal ini, ia mengharapkan agar seluruh pelsus GMIM harus menjaga jemaat agar tidak meninggalkan GMIM. Apapun tantangan dan rintangan yang dihadapi saat ini. "Mari sama-sama kita bimbing jemaat kita. Tujuannya agar jemaat tidak meninggalkan GMIM yang kita sama-sama cintai. Apapun alasannya, seberat apapun tantangannya," harapnya.

 

Meski tantangan yang ada saat ini sangatlah berat untuk dijalani, namun dengan keyakinan melayani demi kemuliaan nama Tuhan, harus dihadapi dengan sukacita iman. "Saat ini tantangan sangat berat, karena banyak tantangan yang belum pernah kita alami dari berbagai bidang. Namun, dengan sukacita iman, semuanya pasti akan dapat dilewati," tukas pendeta.

 

Dengan membaca Firman Tuhan dikatakannya, akan dapat memberikan kekuatan  untuk melewati segala tantangan dan pergumulan saat ini. "Jangan pernah berhenti membaca Firman Tuhan. Hal tersebut bisa menguatkan kita untuk melewati badai cobaan. Dan haruslah tetap hidup saling mengasihi dengan sesama," katanya.

 

Dia mencontohkan, para penginjil terdahulu,  dengan semangat kuat menghadapi semua tantangan budaya Minahasa zaman dahulu yang masih sangat kental. "Kita harus belajar kepada para penginjil yang terdahulu. Mereka datang dengan meninggalkan semua yang ada pada mereka untuk menginjili tanah Minahasa yang kita cintai ini," beber pendeta.

Tak lupa pendeta menyatakan kebanggaannya terhadap pelsus, warga GMIM maupun para pendeta dengan pelayanan yang ada saat ini. "Kita semua patut berbangga dengan pelayanan yang akhir-akhir ini terus meningkat. Teruslah melayani dengan penuh keikhlasan dan penuh sukacita," pungkasnya.

 

Usai ibadah agung, dilanjutkan dengan pemasangan lilin BPMS GMIM diikuti sejumlah tokoh pemerintahan.  Diantaranya Bupati dan Wakil Bupati Mitra James Sumendap dan Jocke Legi, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Roy Roring dan Robby Dondokambey, Forkopimda Mitra, Ketua TP PKK Mitra Djein Leonara Rende, perwakilan Pemprov Sulut, pihak pengelola UKIT baik itu dari Yayasan AZR Wenas dan YPTK, serta sejumlah undangan yang ada.

 

Turut hadir dalam ibadah tersebut Wali Kota Manado GS Vecky Lumentut, Ketua DPRD Mitra Marty Ole dan para pejabat Pemkab Mitra. Sedangkan, usai dengan gelaran ibadah agung, para peserta dengan teratur mengikuti rute pulang ke masing-masing daerahnya. (*)


Komentar