Ribuan Pemuda GMIM Meriahkan PKPG 2019

KPPS Kagum Antusias Peserta Mengikuti Materi


Laporan: Risky Adrian

 

Riuh kreativitas para teruna Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) kembali nyaring. Di ujung utara Minahasa semarak berkarya itu tersaji. Kualitas iman ikut dibentuk. Perkemahan Karya Pemuda GMIM (PKPG) Tahun 2019 se-Sinode jadi wadah.

 

Dari tenda ke tenda, ide-ide serta inovasi generasi muda gereja itu disalurkan. Tak hanya dekorasi yang indah, namun diskusi-diskusi menyangkut keberimanan orang Kristen ikut menghiasi. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 Juni 2019 di Bumi Perkemahan Tontalete, Wilayah Kema Minahasa Utara (Minut). PKPG tahun ini diikuti sekitar 7.000-an pemuda GMIM yang tersebar di wilayah pelayanan GMIM.

 

Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode (KPPS) GMIM, Pnt dr Pricillia Tangel mengatakan, PKPG tahun 2019 ini sungguh luar biasa. Alasannya, para peserta begitu antusias dalam mengikuti materi-materi serta kegiatan lainnya.

 

“Selain itu, para peserta membangun tenda-tenda yang kreatif dan inovatif, sehingga menarik minat peserta maupun pengunjung untuk berfoto ria di lokasi kegiatan,” tutur Tangel.

 

Pnt Pricil sapaan akrabnya, melanjutkan, kegiatan ini bertujuan sebagai sarana pengembangan diri untuk terwujudnya Pemuda GMIM yang dewasa dalam berpikir, mandiri dalam bertindak. Sekaligus menjadi wadah pembelajaran dalam pengembangan minat, bakat dan peduli terhadap lingkungan. 

 

Gadis murah senyum ini juga memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada Panitia Pelaksana. Di antaranya Ketua Umum DR Peggy A Mekel SE MA, Sekretaris Pdt Feby Sumampouw STh MPdk, bendahara Sym Arlina Lengkong, serta seluruh panitia dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan sinodal ini, hingga bisa berjalan dengan baik dan sukses. “Kiranya lewat kegiatan ini, bisa menambah pengetahuan baru, melatih kemandirian, disiplin diri, serta meningkatkan daya kreatifitas Pemuda GMIM,” ungkap Tangel didampingi Ketua Umum Peggy Mekel.

 

Diketahui, pada kesempatan acara pembukaan kegiatan, Wakil Gubernur Steven Kandouw, sempat mengajak para pemuda GMIM meningkatkan kualitas iman dalam menghadapi perkembangan zaman yang saat ini memasuki era modernisasi.

 

“Jadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas iman kita kepada Tuhan di tengah-tengah menghadapi era industri 4.0,” ujar Kandouw.

 

Di samping itu, Kandouw mengimbau ke pemuda GMIM untuk selalu menjauhi pergaulan negatif seperti narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

“Mari kita berpikir positif serta jauhi hal-hal negatif seperti jauhi narkoba dan obat-obat terlarang serta seks bebas,” ajaknya.

 

Maka dari itu ia mengingatkan, seluruh pemuda GMIM untuk menjadi garam dan terang dunia dalam kehidupan. Baik di keluarga maupun masyarakat.

 

“Jadilah sosok pemuda yang patut diteladani, baik tutur kata maupun tingkah laku,” kunci Kandouw. (*)


Komentar