Nelayan Makalehi Ditemukan Meninggal Dalam Perahu


Siau, MS

Sempat dikabarkan hilang pada Rabu (15/5) karena tidak balik rumah dari melaut, nelayan Salmon Bogar (68) asal Kampung Makalehi Timur Lingkungan I, Kecamatan Siau Barat, akhirnya ditemukan meninggal di perairan Mahangetang, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Informasi yang diperoleh dari Kapolsek Urban Siau Barat, Kompol Johanis Sasebohe, pada Rabu, 15 Mei 2019, Pukul 17.00 Wita, korban bersama anak laki-lakinya Jhon Bogar, turun melaut menggunakan dua perahu di wilayah perairan Pulau Makalehi, namun hingga pagi kemarin korban belum kembali dan dinyatakan hilang.

"Setelah melaut anak korban pulang lebih dulu sekitar pukul 22.30 Wita, dan beberapa saat kemudian anak korban bertanya pada ibunya kalau ayahnya sudah pulang atau belum, dan ibunya menyampaikan bahwa korban belum pulang," beber Sasebohe.

Dikatakan Sasebohe, saksi lain yakni teman korban yang malam itu juga sedang melaut, Thomson Tempone (55) menjelaskan bahwa pada malam itu sekitar pukul 22.30 Wita, saksi bersama rekan-rekan lainnya yang sedang melaut, melihat korban berjarak kira-kira 100 meter dari mereka dan sekitar 100 meter dari Tanjung Lolabo Kampung Makalehi Induk.

"Saksi dan rekan rekannya merasa heran kenapa korban menyendiri dan sempat memanggil Korban tetapi korban tidak membalas panggilan saksi dan teman-temannya," terang Sasebohe.

Khawatir karena orang tuanya belum pulang dari melaut, akhirnya anak dan keluarga korban melapor ke Pos Polisi Makalehi. "Mendapatkan laporan dari masyarakat, keluarga korban dan Aparat Kampung Makalehi Timur dan Personil Pos Pol Makalehi melakukan pencarian terhadap korban ke arah Pulau Para, Kabupaten Sangihe. Dari pencarian itu akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dan terapung bersama perahunya," terang Sasebohe.

Setelah korban ditemukan, pihak Polsek Siau Barat kemudian mengumpulkan bukti-bukti, dan hingga kini dugaan sementara korban meninggal akibat sakit. "Berdasarkan informasi dari keluarga, korban memiliki riwayat sakit maag akut yang sering anfal. Dugaan sementara korban meninggal akibat sakit maag yang kambuh sehingga tidak bisa mengendalikan perahu dan akhirnya terbawa arus sampai ke perairan Mahengetang," papar Sasebohe.

Dengan adanya kejadian ini, dirinya mengimbau kepada warga Kepulauan Makalehi dan juga para nelayan lainnya agar lebih waspada melihat saat ini kondisi laut berombak dan angin bertiup dengan intensitas sedang sampai kencang dari Selatan ke Utara dengan arus yang kuat ke arah Utara.(haman)


Komentar